Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Salah seorang penggiat sosial politik, Riezky Aprilia mengatakan, mutlaknya Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) kembali menjadi mata pelajaran wajib di sekolah tingkat dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Pendidikan Politik sebagai tambahan di tingkat SMA.
Pembelajaran ilmu politik bagi siswa SMA diharapkan mampu menjadikan generasi muda cerdas dalam mengawal dan menciptakan iklim politik demokrasi di Indonesia.
“Terkadang para pemuda (pemilih pemula) enggan menggunakan hak politiknya, karena asumsi yang negatif mengenai dunia perpolitikan. Beralasan apabila itu terjadi, karena dengan berkembangnya teknologi sosial media tanpa disadari membentuk cara berpikir demikian dikarenakan isu serta berita yang berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, rasa nasionalisme di generasi sekarang hampir punah, ini adalah bentuk perkembangan zaman yang ada dan diiringi dengan era keterbukaan kita dengan dunia luar.
“Bangsa yang hebat adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya, bahkan negara demokrasi dan modern seperti Amerika Serikat telah menanamkan politik sejak pendidikan tingkat dasar dengan pelajaran sejarah. Yang perlu dibangunkan sekarang ini ‘syahwat’ politik serta rasa nasionalisme tinggi di kalangan generasi muda. PSPB harus dikembalikan. Ingin menjadi bangsa besar, cerdas dan terhormat? Jawabnya, JAS MERAH (Jangan Sekali-sekali Meninggalkan Sejarah),” pungkasnya. (and)











