Palembang, Sumselupdate.com – Kemajuan teknologi internet harus dicermati secara baik, terutama terhadap anak-anak untuk mencegah hal-hal yang dianggap akan merusak pertumbuhan mental. Tidak bisa dipungkiri kemajuan teknologi terutama dunia internet dengan pesat terus berkembang dewasa ini, perkembangan itu bukanlah tidak berdampak secara keseluruhan. Oleh karenanya perlu adanya pengawasan.
Saat ini semua dengan mudah bisa diakses tanpa mengenal batas umur melalui baik melalui smartphone maupun alat lain seiring kemajuan yang terjadi saat ini. Melihat kondisi tersebut setiap orang tidak boleh gagap tekhnologi (gaptek), namun harus ada filter dalam menyerap setiap yang beredar tanpa batas di internet tersebut terutama bagi anak yang belum cukup umur.
Belakangan yang memprihatinkan justru anak-anak malah memanfaatkan kemudahan tersebut untuk mengakses situs berbau pornografi, padahal seharusnya mereka belum dibolehkan mengakses tanpa pendampingan orangtua atau pihak terkait lainya.
Terkait hal itu Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan Widodo, Rabu (27/04) mengatakan kemajuan tekhnologi terutama perkembangan internet harus diikuti semua masyarakat terutama para orang tua sebagai sarana keilmuan, namun kalau kemajuan itu disalahgunakan maka perlu diperbaiki.
Menurutnya hal ini merupakan penomena yang memprihatinkan, tapi tentu sebagai orangtua dan masyarakat tidak boleh juga berdiam diri tanpa membeti solusi agar semua bisa dihindari dengan memberikan pemahaman.
Saat ini katanya, setidaknya ada 4 hal yang seharusnya diperhatikan dalam proses mengawal anak-anak dibawah umur agar tidak menyalahgunakan kemajuan tekhnologi internet dengan mengakses sutus berbau pornografi .
“Saya fikir semua sepakat, mungkin pernah mengakesnya baik disadari atau tidak, namun tentu ada filter kalau yang mengkses sudah cukup umur untuk tujuan lebih positif,” jelas Widodo .
Menurutnya 4 hal yang dirasa cukup relevan dalam memberikan pemahaman untuk kebaikan bagi perkembangan anak adalah, pertama usahakan waktu yang cukup untuk berkomunikasi terhadap anak mengenai baik dan buruknya internet serta memberi ruang kepada anak untuk memilih, mengerti untuk tidak melakuakan itu sampai waktunya tiba sesuai proser.
Kedua, pemhaman mengenai masalah agama harus tetap menjadi yang terdepan untuk dikuatkan agar anak-anak bisa memahami bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan karena alasan dilarang dan berdosa.
Ketiga pihak sekolah juga berperan dalam memberikan arahan serta pengawasan.
Dan yang keempat bahwasanya pihak Komimpo juga harus maksimal dalam mengawasi situs-situs yang akan merusak generasi muda harapan bangsa, serta memblok situs yg tidak dibolehkan itu.
“Jangan lupa peran orang tua juga perlu untuk mengontrol perkembabgan anaknya masing-masing dan jangan mudah dikelabui begitu saja, ya caranya para orangtua tidak boleh Gaptek,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Saat ini selain darurat narkoba, Indonesia sebenarnya sudah harus memberlakukan darurat pornografi. Apalagi dengan kemajuan teknologi dan kemudahan akses konten pornografi seperti saat ini.
Menurut data terakhir menunjukkan, rata-rata per hari mencapai 25 ribu orang anak yang mengakses konten yang ada kaitannya dengan hal yang berbau pornografi. Demikian dikatakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, saat membuka Kampanye Bersama Lindungi Anak di Denpasar, belum lama ini.
” Kalau tidak diantisipasi, saya khawatir jangan-jangan jumlah di Indonesia itu bisa menjadi tertinggi di dunia karena untuk total rata-rata dunia saja mencapai 50 ribu,” jelasnya. (adi)











