Penelitian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengungkapkan bahwa allicin juga bersifat antioksidan kuat. Artinya, ia melawan radikal bebas yang merusak dinding pembuluh darah. Dengan mengurangi stres oksidatif, bawang putih membantu mencegah pengerasan arteri (aterosklerosis), salah satu penyebab utama hipertensi.
Berapa Banyak Bawang Putih yang Harus Kamu Konsumsi?
Meski bawang putih sangat bermanfaat, konsumsi berlebihan bisa menyebabkan iritasi lambung. Para peneliti dari Universitas Indonesia (UI) merekomendasikan 1-2 siung bawang putih mentah per hari untuk penderita hipertensi. Kamu bisa mengunyahnya langsung atau menghaluskannya dengan madu untuk mengurangi rasa pedas.
Jika Kamu tidak tahan dengan baunya, alternatif lain adalah meminum air rendaman bawang putih. Caranya, iris tipis 2 siung bawang putih dan rendam dalam segelas air semalaman. Minum airnya di pagi hari sebelum sarapan. Metode ini tetap mempertahankan kandungan allicin tanpa rasa yang terlalu kuat.
Kombinasi Bawang Putih dengan Herbal Lokal Lain untuk Hasil Lebih Maksimal
Indonesia kaya akan tanaman herbal yang bisa memperkuat efek bawang putih. Salah satunya adalah daun seledri, yang mengandung apigenin—senyawa yang membantu mengendurkan pembuluh darah. Kamu bisa membuat jus dari campuran bawang putih, seledri, dan sedikit lemon untuk rasa yang lebih segar.
Herbal lain yang patut dicoba adalah kunyit. Kurkumin dalam kunyit memiliki sifat anti-inflamasi yang melindungi jantung. Sebuah penelitian dari Universitas Brawijaya menunjukkan bahwa kombinasi bawang putih dan kunyit mampu menurunkan tekanan darah lebih efektif dibandingkan penggunaan tunggal.
Apa yang Harus Kamu Hindari Saat Mengonsumsi Bawang Putih?
Meski alami, bawang putih bisa berinteraksi dengan obat pengencer darah seperti warfarin. Jika Kamu sedang dalam pengobatan medis, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter. Selain itu, hindari mengonsumsi bawang putih dalam keadaan perut kosong jika Kamu memiliki riwayat maag.











