Palembang, Sumselupdate.com – Atlet Pelatda PON Sumsel, kini mengeluhkan belum adanya fasilitas dan peralatan yang diberikan Pemerintah, khususnya KONI demi mengejar target 10 besar di PON Jabar, September mendatang.
Seperti yang diungkapkan beberapa atlet, mereka meminta Pemerintah turun langsung dan melihat kondisi atlet. Jika memang ingin mencapai target, selayaknya fasilitas dan apa yang menjadi kebutuhan atlet juga dipenuhi.
“No modal, no medal. Bukan atlet orientasinya ke materi, tapi itu adalah ril yang terjadi. Kami butuh peralatan, kami butuh sepatu, kami butuh vitamin, kami juga butuh uang saku. Bagaimana mau berlatih jika alat saja tidak ada. Untuk itu, harapan saya Pemerintah dapat lebih peka dan turun langsung melihat kondisi atlet,” ujar seorang atlet yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (5/3)
Kondisi saat ini, memang atlet PON Sumsel telah masuk ke wisma atlet. Meski tidak semua atlet, lantaran hanya beberapa atlet yang dipanggil KONI. Atlet yang lolos PON pun telah didaftarkan entry by name oleh KONI. Artinya, dengan begitu skuad PON Sumsel akan sesuai dengan jumlah yang didaftarkan.
Seperti dilihat dicabor Menembak, setiap kali latihan saja atlet harus merogoh kocek cukup dalam untuk membeli peluru, begitu juga di cabor Ski Air yang sangat bergantung dengan bensin untuk berlatih. Belum lagi cabor-cabor lain yang tempat latihan pun tidak ada. Seperti Wushu, Silat, Taekwondo, Karate, Tinju. Semua masih berlatih menumpang, ada yang di Sport Science ada pula yang menggelar latihan diatas aspal.
Sementara, target 10 besar dengan kelengkapan fasilitas telah dijanjikan Gubernur saat terpilih menjadi Ketum KONI menggantikan Muddai Madang.
“Sekarang masih ada sisa waktu kurang dari enam atau tujuh bulan untuk persiapan. Kami masih berharap, dan kami yakin Pemerintah juga pasti memikirkan kami,” harapnya. (Dek)











