Palembang, Sumselupdate.com –Kementerian Agama akan melakukan efisensi terhadap penggunaan anggaran yang dianggap tidak penting kemudian berdampak kemasyarakat, hal itu juga dilakukan untuk mengontrol penggunaan anggaran negara dari hal-hal yang tidak terlalu penting.
Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (4/3) siang mengatakan, evaluasi serta efisiensi tetap akan dilakukan terhadap sejumlah kegiatan yang dianggap tidak terlalu berdampak langsung terhadap kemaslahatan masyarakat.
Menurutnya,, pemerintah harus berani memindahkan sejumlah kegiatan yang dianggap tidak terlalu penting tersebut, dan mengalokasikan dana terhadap kegiatan yang tepat dan bisa berdampak terhadap masyarakat secara langsung.
“Secara nasional Kementerian Agama telah meminta semua agar berani memindahkan bahkan menghentikan sejumlah kegiatan yang kurang bermanfaat dan berpotensi hanya menghabiskan uang negara, kita harus berani untuk itu,” katanya.
Lebih lanjut Hilman mencontohkan kegiatan yang kemungkinan harus dikurangi di antaranya adalah, kegiatan seperti seminar, workshop, dan lain sebagainya kecuali kegiatan yang berdampak langsung kepada rakyat.
Ke depan ia menyebutkan anggaran sebaiknya digunakan untuk pengembangan sarana dan prasarana untuk pendidikan keagamaan karena sektor tersebut dirasa masih minim anggaran.
“Jika efisiensi bisa berjalan dengan baik, tentu biaya dari hasil efisiensi tersebut juga bisa dialokasikan untuk pengembangan bimbingan masyarakat agama secara umum juga perlu mendapat perhatian dana,” urainya.
Oleh karena itu menteri menegaskan revisi penggunaan anggaran terhadap sejumlah kegiatan tetap akan menjadi perhatian serius di Kementerian Agama di masa mendatang. (adi)











