Muarabeliti, sumselupdate.com – Karena belum ada tindak lanjut masalah dugaan pungli yang dilakukan disdik Mura terhadap peserta Pelatihan Penguatan Calon Kepala Sekolah (Cakep) yang digelar di Hotel Hakmaz Taba beberapa waktu lalu, puluhan massa dari Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Musi Rawas (Mura) menggelar aksi demonstrasi dihalaman kantor Bupati Mura.
Massa meminta dugaan pungli tersebut ditindaklanjuti. Jika dalam waktu tiga hari tidak dilanjuti akan mengerahkan massa secara besar-besaran.
Koordinator Lapangan HMI, Armansyah dalam orasinya mengatakan mereka menggelar aksi dengan tiga tuntutan, yakni meminta Pemkab Mura untuk bertindak tegas dan menanggapi permasalahan di Disdik, untuk segera memberikan punishment secara etis terhadap dinas. Dan memberikan pendidikan moral kepada bawahannya supaya tidak terjadi pungli.
Setelah melakukan orasi perwakilan massa langsung diterima PJ Sekda Mura, E.C Priacodesi.
Usai bertemu dengan Sekda E C Priscodesi, dia sangat menyayangkan Sekda baru mengetahui permasalahan ini. Artinya Sekda kurang melakukan koordinasi dengan bawahannya.
Perlu diketahui bahwa kasus ini sudah satu bulan.
Namun sepertinya pihak Pemkab hanya terkesan tutup mata saja atas kasus ini. Tidak ada tindakan sama sekali. Pada hal ada tim saber pungli, tetapi tidak berguna.
“Kita beri Pemkab Mura tiga hari. Jika kurun waktu tersebut tidak ada tindak lanjut, kami akan melakulan demonstrasi dengan massa yang lebih banyak,” ancamnya.
Sementara itu Pj Sekda Mura, EC Prikodesi di hadapan perwakilan massa mengatakan pihaknya baru mengatahui bahwa ada aksi pungli. Jika isu tersebut memang benar maka pihaknya akan turunkan tim satgas.
“Segera kita turunkan tim dari inspektorat untuk mengetahui kebenarannya. Dan juga kita belum turunkan tim satgas saber pungli,” kata EC Prikodesi.
Dia menegaskan apabila dinyatakan bahwa benar melakukan pungli maka akan ditindak tegas (pecat). Sebaliknya jika tuduhan itu tidak benar, maka pihaknya akan tuntut balik kepada pihak HMI.
“Intinya kita akan tindaklanjuti. Sebab ini tidak main-main jika terbukti akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Namun, kita minta waktu untuk menyelesaikan masalah ini,” pungkasnya. (Ain)











