3 Luka Tusuk Briptu Agus Tak Kenai Organ Vital, Kapolda: 1 Pelaku Sudah Ditangkap

Minggu, 24 Februari 2019
Korban mendapat perawatan.

Palembang, Sumselupdate.com – Satu orang anggota Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel dikeroyok dan ditusuk oleh 15 orang preman saat sedang mengejar buronan kasus pembunuhan di Jalan Pangeran Sido Ing Lautan, Lorong Manggis, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, pada Sabtu (23/2) malam.

Informasi yang dihimpun, Briptu Agus (26) yang menjadi korban penusukan bersama rekan satu timnya tengah mengintai Agung, buronan kasus pembunuhan yang terjadi pada Agustus 2018 silam. Saat melintas di depan Briptu Agus, Agung curiga sehingga langsung mengambil langkah seribu.

Read More

Briptu Agus yang tak mau incarannya lepas, mengejar Agung yang melarikan diri. Namun tak disangka, Agung berlari ke arah 15 orang komplotannya yang sedang berkumpul.

Saat itu juga Briptu Agus dikeroyok dan ditusuk sebanyak tiga kali oleh gerombolan preman tersebut. Saat ditemukan oleh rekan satu timnya, Agus sudah terkapar bersimbah darah, sementara para pelaku melarikan diri.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, pihaknya telah menangkap satu orang pelaku pengeroyokan tersebut dan saat ini tengah diperiksa penyidik Polda Sumsel.

“Anggota kami ini dikepung 15 orang, tapi yang melakukan pemukulan dan penusukan hanya 5 orang. Sebanyak 4 orang lagi masih kami kejar, bakal disikat itu. Mereka berani melukai polisi saat bertugas, kami tidak akan segan,” ujar Kapolda usai ditemui di RS Bhayangkara Palembang, Minggu (24/2/2019).

Kapolda menjelaskan, korban Briptu Agus mengalami tiga luka tusuk di bagian punggung, luka sabetan di pinggang dan di dada. Namun untungnya saat ini kondisi Briptu Agus sudah membaik karena luka tusukan tidak mengenai organ vital.

Zulkarnain berujar, masyarakat di lokasi pengeroyokan Briptu Agus tersebut diketahui kental dengan kriminalitas seperti peredaran narkoba, pembunuhan penganiayaan serta pencurian.

Sehingga mereka berani melawan polisi untuk melindungi kawanannya. “Ini tidak bisa dibiarkan. Perlahan tapi pasti akan saya sikat betul itu,” ujar Zulkarnain. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts