Pelaku Penusukan Anggota Shabara Polrestabes Palembang Tertangkap! Ternyata Ini Motifnya

Selasa, 16 Juni 2020
Press Release ungkap kasus penusukan anggota Sabhara Polrestabes Palembang

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Pelaku penikaman Aipda Andri Muzak yang bertugas Satuan Shabara Polresta Palembang pada Minggu (14/6/2020), sekitar pukul 03.00, akhirnya berhasil ditangkap.

Read More

Tersangka adalah Rico Chandra dan Dennis Sejahtera. Keduanya berhasil diciduk anggota Reskrim Polrestabes Palembang di-back-up Jatanras Polda Sumsel di Talang Jambi dan Gasing Laut, Kabupaten Banyuasin secara terpisah.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri melalui Kabid Humas Polda Kombes Pol Supriadi yang didampingi Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji dalam press realese, Selasa (16/6/2020), mengungkapkan jika tersangka Dennis dilumpuhkan karena pada saat penangkapan melakukan perlawanan yang saat itu memegang senjata V2 yang dirampasnya dari korban Aipda Andri Muzak saat kejadian

“Motifnya utang piutang. Kedua pelaku adalah teman korban saat korban dinas di Kota Pangkal Pinang, Babel,” ujar Kombes Pol Supriadi kepada Sumselupdate.com.

“Kedua pelaku merupakan warga Pangkal Pinang dan Kabupaten Muaraenim, untuk senjata yang dicuri motifnya masih kita dalami apakah untuk dijual atau tidak,” lanjutnya.

Sebelumnya, warga Perumahan Ogan Permai Genteng Hijau, Jalan Gubernur Haji Bastari, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1, Palembang, Sumsel mendadak heboh.
Pasalnya, seorang anggota polisi yang tinggal di perumahan tersebut ditikam orang tak dikenal di dalam rumahnya, Minggu (14/6/2020), pukul 03.00 WIB dinihari tadi.
Belakangan diketahui jika korban bernama Iptu Andri Muzak yang bertugas Satuan Shabara Polresta Palembang.

Korban mengalami sembilan luka tikaman senjata tajam tepat berada di bagian dada, perut, dan punggung. Beruntung tusukan itu tidak mengenai organ vital korban.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Drs Supriadi kepada awak media, Senin (15/6), mengatakan, motif penusukan yang dialami oleh Iptu Andri Muzak masalah pribadi saat korban dan pelaku bertugas di Bangka Belitung.

“Motifnya murni masalah pribadi pada saat korban bertugas ikatan dinas di sana (Bangka Belitung -red),” ujar Kombes Pol Supriadi.

Kombes Pol Supriadi mengatakan, kasus penusukan anggota Polri ini bermula kedua pelaku sudah berada di tempat kejadian perkara yakni di rumah korban sekitar pukul 01.30.

“Jadi antara korban dan kedua pelaku merupakan teman baik semasa bertugas di Bangka Belitung,” kata Supriadi.

Kemudian, sekembali dari bertugas di Polrestabes Palembang, korban membawa nasi bungkus dan ketiganya sempat makan nasi bersama.

Namun di tengah perbincangan tersebut, terjadi selisih paham. Kemudian tersangka RC yang merupakan warga asli Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penusukan hingga mengenai tubuh korban sembilan lubang.

Tikaman senjata tajam tepat berada di bagian dada, perut, dan punggung. Beruntung tusukan itu tidak mengenai organ vital korban.

“Korban saat ini sudah dalam kondisi membaik di RS Bhayangkara Palembang, karena memang tidak ada tusukan mengenai organ vital korban,” ujar Supriadi lagi.

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts