Warga Tapus Muaraenim Terlibat Duel Berdarah, Satu Tewas, Pemicunya Bikin Miris!

Tersangka Sardino saat diamankan di Mapolsek Lembak Muaraenim, Selasa (9/8/2022).

Laporan: Endang Saputra

Muaraenim, Sumselupdate.com – Masyarakat yang berada di dekat kantor Kepala Desa (Kades) Tapus, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan pada Selasa (09/08/2022) sekitar pukul 03.30 WIB, mendadak geger.

Read More

Ini menyusul di lokasi tersebut terjadi duel maut antara dua pemuda di desa setempat.

Belakangan diketahui keduanya Willy Pajero (17) dan Sardino (27), keduanya warga Desa Tapus, Kecamatan Lembak, Muaraenim.

Dalam duel bersenjatakan tajam itu, Willy Pajero harus kehilangan nyawa setelah dada serta tangannya ditembus pisau.

Meski sempat dilarikan ke Puskesdes Tapus, nyawanya tidak bisa tertolong lantaran diduga kehabisan darah.

Dalam peristiwa tersebut, pelaku Sardino sempat melarikan diri, namun tak lama kemudian, pelaku berhasil diamankan petugas Unit Reskrim Polsek Lembak yang dipimpin langsung Kapolsek Lembak AKP Apriansyah.

Dalam penangkapan itu, petugas mengamankan barang satu bilah pisau bergagang merah milik pelaku, satu kaos dalam warna putih,  satu helai celana jeans pendek, satu pasang sandal warna hitam, satu helai baju warna hitam, satu helai celana panjang warna merah, dan satu helai celana dalam warna biru.

Kapolres Muaraenim AKBP Aris Rusdiyanto melalui Kapolsek Lembak AKP Apriansyah mengatakan, peaku sudah diamankan di Mapolsek Lembak Polres Muaraenim.

AKP Apriansyah mengatakan, Sardino diamankan tanpa perlawanan saat tengah bersembunyi di kediamannya.

Dikatakannya, peristiwa berdarah tersebut terjadi dinihari tadi atau sekitar pukul 03.30 Wib.

Kasus ini berawal korban meminjam sebuah telepon genggam milik pelaku hingga sampai tiga minggu lamanya.

Nah, selama tiga minggu itu, pelaku terus mempertanyakan handphone miliknya kepada korban.

Puncaknya dinihari tadi, keduanya terlibat keributan serta duel berdarah hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Kapolsek menegaskan akibat perbuatannya, pelaku terancam hukuman kurungan penjara 15 tahun penjara,

“Pelaku kini telah kita amankan serta dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Di mana atas perbuatannya diancam dengan pasal 80 ayat 3 UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang perubahan atas UU No.23 Tahun 2022 Tentang Perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tegasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.