Warga Simpang Tais PALI Gotong Royong Bangunkan Rumah untuk Usna

Warga Desa Simpang Tais, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Sumsel bergotong royong membangunkan rumah untuk Usna, Minggu (27/12/2020).

PALI, Sumselupdate.com Warga Desa Simpang Tais, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan mendadak mendatangi beramai-ramai sebuah lahan milik PT Surya Bumi Agro Langgeng, sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah desa tersebut pada Minggu (27/12/2020).

Berkumpulnya puluhan warga yang digerakkan Kepala Desa, Erika Peru itu untuk membangun sebuah rumah sederhana milik Usna (45), warga Dusun 1, Desa Simpang Tais.

Bacaan Lainnya

Pembangunan rumah dilatarbelakangi atas dasar kepedulian, dikarenakan Usna diketahui merupakan warga kurang mampu yang tidak memiliki tempat berteduh.

Setelah berjibaku dari pagi hingga siang hari, akhirnya rumah sederhana berdiri. Meski terbuat dari kayu berdinding papan.

“Kami merasa iba melihat nasib Usna, salah satu warga desa kami yang kesehariannya sebagai buruh menyadap karet. Dia tidak punya tempat tinggal atau pun lahan pekarangan. Dan beberapa hari lalu kami bersama puluhan warga sepakat untuk bergotong royong membuatkan rumah pada hari ini. Sementara lahannya kami meminta izin di PT Surya Bumi Agro Langgeng, perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk menumpang sementara,” ujar Kades.

Diakui Kades bahwa pemerintah desa  telah mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten PALI agar Usna mendapat bantuan bedah rumah.

“Namun terkendala lahan pekarangan, ajuan mendapat bantuan bedah rumah tidak memenuhi syarat. Karena Usna jangankan untuk memiliki lahan, untuk mencukupi kebutuhan hidupnya saja kesulitan. Tetapi berkat gotong royong masyarakat, alhamdulillah Usna bisa memiliki rumah. Paling tidak, Usna tidak lagi harus menumpang di rumah kerabatnya di sebuah barak milik perusahaan perkebunan kelapa sawit,” terangnya.

Kades juga mengungkapkan bahwa budaya gotong royong di desanya akan terus dipelihara agar terjalin kebersamaan antar-warga.

“Pekerjaan berat jadi ringan dan kebersamaan antar-warga tetap terjalin. Kami berharap ke depan budaya ini tidak punah, karena kita hidup saling membutuhkan antara yang mampu dan yang kurang mampu. Dan atas berdirinya rumah sederhana ini, kami berharap bisa bermanfaat bagi Usna dan keluarga,” harapnya. (adj)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.