Warga Resah Bibir Sungai Beralih Fungsi Jadi Perkebunan Sawit

Minggu, 20 Maret 2016
Daerah Aliran Sungai Lamban Ako tepatnya di Desa Nganti, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Muba beralih fungsi menjadi perkebunan sawit.

Sekayu, Sumselupdate.com –Sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Lamban Ako tepatnya di Desa Nganti, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) beralih fungsi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit milik salah satu perusahaan swasta.

Puluhan hektar kebun kelapa Sawit tersebut berada di dua sisi tepian Sungai Lamban Ako, hal ini menjadi keresahan warga Kecamatan Sanga Desa, karena khawatir akan menimbulkan dampak kerusakan alam dan ekosistem asli hingga dapat menyebabkan banjir.

Read More

Kepada Sumselupdate.com, belum lama ini, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Putra Asli Sanga Desa (PUTAS) Surahkman menjelaskan, dengan dibukanya perkebunan sawit tepat di bibir sungai dinilai dapat menimbulkan banjir.

“Seandainya bisa ditanam di tengah sungai, mungkin pohon kelapa sawit juga ditanam oleh perusahaan. Lihat saja kondisi di tepian Sungai Lamban Ako sekarang ini sudah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. Padahal penanaman pohon kelapa sawit di bibir sungai seperti itu menyalahi UU Nomor 23 tahun 1997 tentang lingkungan hidup, UU Nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan dan PP Nomor 35 tahun 1991 tentang pemanfaatan sungai. Sebab ketika musim hujan dapat menimbulkan banjir, karena tidak ada lagi hutan sebagai serapan air,” ujarnya.

Ditambahkanya, rusaknya vegetasi asli di daerah aliran Sungai Lamban Ako bisa menimbulkan kerugian Pendapatan Anggaran Daerah (PAD).

Sebab, warga tidak mau lagi mengambil lelang sungai tersebut, karena ikannya tidak banyak lagi. Selain itu dapat mengakibatkan erosi dan kiriman lumpur yang mengendap di sepanjang sungai terjadi pendangkalan pada dasar sungai.

“Mewakili masyarakat Kecamatan Sanga Desa saya berharap kepada pemerintah terutama pihak DPRD Muba supaya sidak ke lapangan, guna mengetahui ulah perusahaan yang semaunya saja menanam pohon kelapa sawit di bibir sungai, tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan yang bakal terjadi. Lihat saat banjir sangat mudah melanda Kecamatan kami sekarang ini, akibat daya tampung air semakin berkurang,” ujar dia. (est)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts