Warga PALI Diimbau Tak Terprovokasi Berita Bohong

Kamis, 16 Maret 2017
Pesan berantai soal penculikan.

PALI, Sumselupdate.com – Pemerintah Kabupaten PALI dan pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi terkait pesan berantai yang menyebar di media sosial tentang adanya penculikan anak kecil, karena itu merupakan hoax atau berita bohong.

Dari penelusuran Sumselupdate.com, di setiap Polsek yang ada di Kabupaten PALI, seluruh Kapolsek menyebutkan bahwa informasi itu hoax atau berita bohong. Sebab sampai hari ini, kepolisian belum menerima laporan kehilangan ataupun laporan adanya penculikan.

Read More

“Bohong itu, warga tidak usah khawatir. Sebab tak satupun laporan masuk ke kita terkait masalah tersebut,” ucap Kompol Victor Eduard Tondaes disampaikan Kapolsek Talang Ubi, Kamis (16/3/2017).

Sama halnya diucapkan Iptu Acep YS, Kapolsek Penukal Utara, bahwa apabila memang ada penculikan, pastinya ada warga yang melapor. “Saya juga pernah baca pesan itu, tapi itu hoak dan saya kira dibuat sebagai bentuk kekhawatiran berlebihan dari seseorang. Saya juga telah berkoordinasi dengan Kapolsek lain,” imbuhnya.

Acep juga mengimbau agar warga janga mudah terpengaruh dengan isu yang belum jelas sumbernya. “Tetap tenang dan jangan terlalu berlebihan menanggapi isu tak berdasar,” pesannya.

Adapun isi pesan berantai atau disebar melalui medsos tersebut sebagai berikut. “Hati2 untuk warga  Sumatera Selatan khususnya bagian Perabumulih, Pendopo , Tanah Abang, Modong, dan desa-desa sekitar awasi anak , adik serta saudara kita, penculikan anak serta pemutilasian anak untuk ilmu hitam perguruan ada di Sumatera Selatan warga peguruan sudah tersebar untuk mencari (menculik ) untuk di jadikn salah satu kekuatan ilmu hitam, warga perguruan sudah tersebar di kecamatan2 di muara enim. tanjung enim , lubuk linggau, prabumulih sudah ada korban , brita ini bukan main2 , sekali lagi awasi anak , adik serta kluarga kita #kepolisian Palembang, Muaraenim, Prabumulih, PALI dan seluruh Sumatera Selatan khususnya.”

Bahkan, di akun social Blackberry Massenger (BBM) atas nama Arda dan Devi melakukan Broadcasting pesan berantai tersebut. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts