Warga Gempar Temukan Potongan Kepala dan Kaki Korban Mutilasi

Selasa, 19 April 2016
Foto Ilustrasi

Martapura, Sumselupdate.com –Warga Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, mendadak gempar dengan penemuan potongan tubuh manusia berupa kaki dan kepala.

Potongan korban mutilasi ini ditemukan warga pertama kali berupa kaki sebelah kanan yang tersangkut di ranting maupun sampah di aliran anak Sungai Komering tepatnya di jembatan dua.

Read More

Penemuan potongan tubuh manusia ini, kemudian dilaporkan oleh warga kepada Kepala Desa (Kades) Desa Tanjung Kemala Saiful Bahri.

Mendapat laporan tersebut  kades bersama sejumlah warga lainnya lalu mendatangi lokasi tempat ditemukannya potongan tubuh manusia yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Setelah memastikan di lokasi penemuan lalu Kades Saiful Bahri segera melaporkan penemuan itu ke pihak kepolisian.

Tim identifikasi Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres OKU Timur di bawah pimpinan Kasat Reskrim AKP Yon Edi Winara lalu mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan awal.

Oleh pihak kepolisian seluruh potongan tubuh korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Martapura.

Kapolres OKU Timur AKBP Saut P Sinaga melalui Kasat Reskrim AKP Yon Edi Winara mengatakan, potongan tubuh Mr X pertama kali ditemukan oleh warga  di Desa Tanjung Kemala tepatnya di Jembatan dua siang sekitar pukul 14. 00.

“Warga pertama menemukan kaki kanan  di aliran sungai dan posisinya nyangkut di ranting bercampur sampah yang dibawa arus sungai,” ujarnya.
.
Kemudian, potongan tubuh berupa kaki kiri ditemukan di daratan sekitar jarak 100 meter dari ditemukannya potongan kaki kanan.

Selanjutnya polisi dan warga menemukan  kepala korban yang lokasinya tidak begitu jauh dari penemuan potongan tubuh yang pertama.

“Saat ini anggota kita masih mencari potongan tubuh lainnya berupa tubuh dan tangan korban,” katanya.

Dikatakan Yon, pihaknya masih melanjutkan penyelidikan, untuk sementara polisi memperkirakan Mr X  murni menjadi korban tindak pidana  pembunuhan.

“Bisa saja korban bukan orang sini. Untuk ciri-ciri sulit diketahui mengingat kepala dan kaki yang ditemukan sudah membusuk. Yang belum ditemukan potongan tubuh dan tangan,” ungkapnya.

Diperkirakan korban dihabisi nyawanya lebih dari 48 jam.

“Ini besar kemungkinan pembunuhan berencana mengingat untuk memultilasi tubuh butuh waktu yang cukup lama dan diperkirakan dilakukan orang professional kita masih terus melakukan penyelidikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kades Desa Tanjung Kemala Saiful Bahri, mengatakan, ada orang datang ke rumahnya dan memberitahu jika menemukan potongan kaki manusia di aliran sungai.

Warga yang menemukan awalanya curiga karena mencium aroma yang tidak sedap.

Saat dia datang ke TKP warga sudah ramai, namun karena hanya potongan tubuh yang ditemukan tidak satupun warga yang mengenali korban.

“Kita langsung melaporkan temuan ini ke pihak kepolisian kita hanya berharap agar pihak kepolisian segera mengetahui identitas korban karena kita tidak kenal,” tuturnya. (don)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts