Lubuklinggau, Sumselupdate.com– Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe meminta semua pihak mengambil hikmah atas peristiwa wafatnya satu keluarga akibat diduga terisap gas beracun dari mesin genset.
“Kita tidak boleh menyalahkan siapapun, apalagi akibat mati lampu. Sebaiknya ini intropeksi untuk kita semua bahwa jangan menghidupkan mesin genset dalam rumah,” katanya.
Dilihat kondisi rumah, cukup minim ventilasinya, jadi sirkulasi udara tidak lancar. “Memang perlu banyak ventilasi di rumah. Jadikan ini pembelajaran untuk ke depannya,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri, Candra (41) dan Elisa (38) serta dua anaknya, M Fahri Nizarullah (10) dan Afif Wahyu Ramadhan (3 bulan) sekitar pukul 7.00 WIB, Jumat (6/10/017) ditemukan tewas di rumahnya, Jalan Mandala, RT 1, Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat ll, Kota Lubuklinggau. Diduga para korban tewas keracunan asap mesin genset yang dihidupkan dalam rumahnya.
Hingga berita ini diturunkan sekitar pukul 15.45, jenazah 4 korban belum dikuburkan. Di lokasi nampak terlihat melayat Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe dan jajarannya, Wakapolres, Kompol Andi Kumara, Kapolsek Lubuklinggau Barat, Iptu Sofyan Hadi dan salah seorang perwira, Ipda Zulfikar Simanjuntak. (and)











