Palembang, sumselupdate.com – Diduga keracunan asap dari mesin genset yang ada didalam rumahnya. Dedi Susanto (32) dan Sri Wulandari (29) dilarikan ke rumah sakit umum Dr Mohammad Hoesin sedangkan Marvel (9) anak dari pasangan Dedi dan Sri Wulandari meninggal dunia.
Ketiga korban ditemukan tergeletak di dalam kamar rumahnya di perumahan Putra Mas Residen, Blok F Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Palembang Minggu (9/6/2019) sekitar pukul 09.00 WIB pagi oleh Anton Sawiran, kakak kandung Sri Wulandari.
Berdasarkan keterangan Anton, adiknya bersama suami dan keponakannya Marvel ditemukan tergeletak dalam kamar dengan kondisi lemas, sedangkan Marvel ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan mulut mengeluarkan busa.
“Rumah saya dengan rumah adik saya tidak berjauhan. Saya tinggal di Blok D mereka di Blok F, biasanya setiap pagi Marvel ke rumah saya membangunkan saya, tapi sudah jam sembilan tidak datang itulah yang membuat saya curiga,” kata Anton saat ditemui di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Senin (10/6/2019).
Karena curiga, sambungnya ia mendatangi rumah adiknya yang hanya terpaut dua rumah dari tempat tinggalnya, saat tiba dirumah adiknya pintu rumah masih terkunci lalu diketuk nya sang adik tidak juga kunjung keluar.
“Karena tidak ada jawaban, saya bersama adik laki laki, mencongkel pintu dengan obeng, setelah pintu terbuka kami masuk kedalam kamar ketiga nya sudah terkapar. Langsung saja kami larikan ke rumah sakit, namun Marvel keponakan saya dinyatakan sudah meninggal, Dedi masih kritis dan Sri sudah mulai membaik,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan Anton, ia dan adiknya Sri Wulandari, baru empat malam menempati perumahan Putra Mas Residen, yang belum dialiri listrik, kalau selama ini Sri ngontrak di Kebun Bunga.
“Malam sebelum ditemukan, mereka sempat membeli nasi, untuk makan. Saya juga tidak tahu apa penyebab ketiganya terkapar. Karena belum dialiri listrik mereka menggunakan mesin genset untuk penerangan. Mesin genset itu ditaruh di dalam rumah dekat WC,” jelasnya.
Sampai berita ini diterbitkan, jenazah Marvel masih dilakukan outopsi oleh dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. (tra)











