Viral Video Siswa SMP di Empat Lawang Dianiaya Beramai-ramai, Ini Tanggapan Disdikbud

Kamis, 8 September 2022
Potongan video penganiayaan salah seorang siswa SMP di Empat Lawang yang viral dan beredar luas di jagat dunia maya, Kamis (8/9/2022).

Laporan: Mutaqim Alparizi

Tebingtinggi, Sumselupdate.com – Sebuah video amatir yang berisikan aksi pengeroyokan terhadap salah seorang siswa SMP di Empat Lawang yang viral dan beredar luas di jagat dunia maya, Kamis (8/9/2022).

Read More

Dalam video berdurasi 02.08 detik itu terdapat beberapa siswa berseragam SMP sedang menganiaya salah satu siswa lainnya.

Sementara puluhan siswa lainnya hanya menonton peristiwa penganiayaan tak seimbang itu.

https://youtu.be/K9YRcBHxN3g

Menanggapi video viral tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Empat Lawang John Heri  mengatakan, pihaknya langsung mengambil tindakan dengan cara memanggil kepala sekolah, waka kesiswaan, dan wali kelas dari sekolah bersangkutan.

Hasil dari rapat, John Heri bilang, pihak sekolah dan dari Disdikbud Empat Lawang dengan tegas mengeluarkan dua siswa yang menjadi provokator dan pelaku utama dalam kasus penganiayaan di dalam video tersebut.

Diketahui bahwa peristiwa penganiayaan itu terjadi di luar jam sekolah sekitar jam 13.00 WIB.

“Ya, kita berikan sanksi tegas bahwa dua orang siswa ini dikeluarkan dari sekolah dan tidak bisa diterima di sekolah manapun yang ada di Empat Lawang. Namun demikian kita tetap memikirkan masa depan pelaku, kalau pelaku mau minta surat rekomendasi untuk pindah sekolah ke daerah lain tetap kita layani, atau pelaku mau mengambil sekolah kesetaraan/paket juga bisa kita berikan surat rekomendasi. Mereka masih remaja, tetap kita berikan kesempatan untuk bersekolah di tempat lain, siapa tahu dengan diberikannya sanksi tegas ini mereka bisa berubah menjadi lebih baik di tempat lain,” ujar John Heri saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (8/9/2022).

Sementara untuk korban, lanjut John Heri, dirinya sudah memanggil wali korban dan kepala sekolah.

Korban akan diberikan pelayanan untuk konsultasi dengan psikolog agar bisa mengetahui sejauh mana dampak psikis yang dirasakan oleh korban.

“Menurut keterangan kepala sekolah, korban mempunyai jiwa yang kuat, namun tetap kita akan pantau kondisi psikisnya agar korban tidak mengalami trauma,” tuturnya.

Sementara itu hingga berita ini dinaikkan, Kepala SMPN 1 Talang Padang belum bisa dikonfirmasi wartawan terkait peristiwa tersebut.

Sementara itu Kapolsek Talang Padang Iptu Herlan Sadi dikomfirmasi membenarkan kejadian tersebut terjadi di wilayah hukum yang dipimpinya.

“Ya benar. Sudah kami arahkan melapor ke Polres Empat Lawang,” ujar dia singkat. (**)

 

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts