Palembang, Sumselupdate.com – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumatera Selatan (Sumsel) Lesty Nurainy menyebut, virus Covid-19 varian Kappa sudah dideteksi ditemukan di wilayahnya.
Hal ini diketahui usai dikirimkannya sampel Covid-19 milik warga Sumsel ke Kementerian Kesehatan.
“Virus Covid-19 varian Kappa sudah masuk ke Sumsel. Kita kan selalu random kirim sampel Covid-19 ke pusat, dan ternyata ada diantaranya yang terdeteksi virus Kappa ini,” katanya, Senin (5/7/2021).
Namun terkait dengan data warga yang terpapar virus ini, pihaknya masih melakukan pendalaman. Sebab, sampai saat ini masih dilakukan kroscek terhadap mereka yang dideteksi terpapar virus Kappa ini.
Namun Lesty mengklaim bahwa virus ini hampir serupa dengan virus varian Delta.
“Sama saja, lebih cepat menyebar jika ada yang terpapar virus Kappa ini,” kata Lesty.
Menurutnya, paparan virus tentu akan cepat menyebar, apalagi jika seseorang yang terpapar virus Covid-19 melakukan mobilitas.
“Namanya virus, jika sudah ada di Indonesia tentu akan cepat menyebar di daerah-daerah. Inilah fungsinya kita mengurangi mobilitas,” kata dia.
Selain itu, Lesty juga meminta kepada masyarakat untuk tetap ketat menjaga protocol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.
“Karena dengan menjaga prokes itu adalah solusi serta kunci. Prokes harus diperketat. Masyarakat harus patuh agar penyebaran virus Covid varian apapun tidak meluas,” ujarnya.
Varian Kappa Lebih Menular
Beberapa epidemiolog menyebut jika varian ini lebih mudah menyebar dan menyebabkan infeksi saat masuk ke tubuh.
Seseorang yang mengidapnya dapat menimbulkan gejala menyerupai campak dan mampu masuk ke tubuh walau hanya dengan berpapasan dengan seseorang yang mengidapnya.
Meski begitu, efektivitas penularan dan kemampuannya untuk menghindari sistem imun masih terus diteliti.
Varian Kappa penyebab Covid-19 ini tercatat telah menyebar ke 27 negara, seperti Inggris, Amerika Serikat, Singapura, Kanada, dan Australia.
Bahkan, Italia melaporkan lonjakan yang cukup tinggi dalam satu bulan terakhir terhadap serangan varian baru ini.
Tercatat, Italia telah mengumumkan terjadi lebih dari 100.000 kematian sejak Februari tahun lalu. (ron)











