Laporan: Miduk Siahaan
Jakarta, Sumselupdate.com – Jumlah kasus pandemi Covid-19 berangsur-angsur menurun dari hari ke hari. Sabtu 23 Oktober 2021 tercatat penambahan kasus 802 orang sedangkan yang meninggal 23 orang. Total kasus Covid-19 menjadi 4.239.396 orang.
“Meski trend menurun namun kita tetap waspada, jangan kendor. Prokes dengan menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan tetap berjalan dengan ketat untuk mengantisipasi penularan Covid-19,” ujar juru bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Sabtu (23/10/2021).
Walaupun turun, pemerintah tetap memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 19 Oktober hingga 2 November 2021.
Namun level PPKM di sejumlah provinsi seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta diturunkan dari level empat dan tiga menjadi level dua dan satu.
Mesti diakui, penurunan angka tersebut tidak terlepas dari kerja keras pemerintah pusat, daerah, dan lembaga terkait.
Tidak ketinggalan partisipasi dan gotong royong berbagai ormas, parpol, komunitas agama, relawan, pengusaha serta perorangan ikut ambil bagian membantu mengatasi penyebaran Covid-19 serta menolong sesama warga yang terdampak.
Sejumlah pengusaha, ormas, orang kaya telah menunjukan kepedulian dengan menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu.
Tidak heran jika setiap prapatan, jalan raya tampak sekelompok orang membagilkan nasi bungkus, kotak bahkan duit kepada warga kurang mampu. Pemandangan tersebut biasanya terlihat pagi, siang, dan sore hari.
Sejumlah komunitas etnis pun ikut mengumpulkan dana untuk membeli sembako dan dibagikan kepada warga miskin.
Mereka berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban hidup selama musim pandemi.
Parpol Golkar, PDIP, Gerindra juga tidak ketinggalan meramaikan peduli Covid-19 dengan membagikan paket sembako bagi warga kurang mampu. Bahkan partai tersebut ikut mengadakan suntik vaksin.
Bantuan serupa dilakukan Ketua DPR Puan Maharani. Mei 2021 Puan memberi paket sembako kepada seluruh karyawan di lingkungan kerja DPR RI mulai dari Pamdal, office boy, dan cleaning sevice. Bahkan dia menyalurkan sembako di beberapa daerah Pulau Jawa.
Ketua DPD RI LaNyalla Mattaliti melakukan hal sama, memberikan paket sembako kepada segenap karyawan di lingkungan DPD.
Bahkan LaNyalla selalu mengingatkan seluruh senator agar berkontribusi di daerah pemilihan masing-masing untuk memberikan bantuan.
Menurut LaNyalla, bangsa Indonesia memiliki dua tradisi yang baik yakni toleransi dan solidaritas.
“Kedua hal tersebut perlu diperkuat dan disuburkan kembali di semua kalangan sehingga pandemi bisa dilalui bersama sama,” kata LaNyalla di Surabaya, Sabtu (7/8).
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, nilai nilai Pancasila yang mengajarkan sikap kebersamaan, gotong royong, dan tolong menolong merupakan budaya bangsa dan hingga sekarang masih tumbuh di hati masyarakat.
Terbukti, banyak warga yang memiliki ekonomi mapan membantu warga kurang mampu saat pandemi.
Bamsoet juga telah memberikan bantuan kepada warga kurang mampu, termasuk di lingkungan kerja MPR. Karyawan berpenghasilan paspasan diberikan sembako, masker dan hand sanitizer.
Bukan itu saja, Bamsoet juga bersedia disuntik vaksin meski saat itu pemberian vaksin masih pro kontra.
“Saya divaksin merupakan wujud dukungan kepada pemerintah mengatasi pandemi Covid-19,” tegas Bamsoet di Jakarta usai divaksin, Kamis (14/1/2021).
Dikatakan Bamsoet, kesediaannya divaksin sekaligus membuktikan kepada masyarakat bahwa vaksin Covid-19 yang didistribusikan pemerintah dalam kondisi aman dan halal.
“Indonesia patut bersyukur sudah bisa memulai vaksin Rabu 13 Januari 2021.Vaksin ini merupakan salah satu cara mengatasi pandemi Covid-19,” tegas Bamsoet.
Setelah Presiden Jokowi, sejumlah menteri, pimpinan lembaga tinggi negara, Bamsoet, Tenaga Kesehatan, Polri, TNI, tokoh masyarakat dan tokoh agama divaksin, selanjutnya ditindaklanjuti berbagai instansi pemerintah serta perusahaan swasta.
Dan dalam hitungan minggu, di lingkungan DPR/MPR/DPD RI mengadakan vaksin kekebalan tubuh kepada karyawan.
Bisa dibilang sekali seminggu kegiatan suntik vaksin digelar di lingkungan gedung DPR/MPR/DPD RI. Peminat yang ingin mendapatkan vaksin cukup banyak sehingga harus sabar menunggu.
Pemandangan serupa juga tampak di seluruh kantor kelurahan, RW, lapangan terbuka yang digagas TNI dan Polri wilayah Pemprov DKI Jakarta.
Masyarakat sangat antusias memenuhi undangan panitia untuk mendapat suntikan vaksin. Sebagaimana terlihat di RW 07 Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Saat digelar vaksin astrazaneca 2 Agustus 2021 masyarakat telah memadati sekitar lokasi pukul 07.30 WIB walaupun dalam undangan disebutkan mulai pukul 08.00 WIB.
Ini bukti kesadaran, sikap gotong royong, kebersamaan masih kuat di hati masyarakat. Apalagi tempat vaksin yang merupakan gedung milik warga diberikan cuma – cuma tanpa harus menyewa.
Antusiasme masyarakat mengikuti vaksin tidak sia-sia. Karena laporan dari tim penanganan Covid -19 melalui running text TV swasta beberapa pekan lalu menyebutkan sekitar 94 persen kasus penambahan pandemi Covid -19 adalah mereka yang belum disuntik kekebalan tubuh.
Itu artinya, suntikan kekebalan tubuh yang digaungkan pemerintah berhasil menekan jumlah Covid-19.
Keberhasilan tersebut merupakan kerja sama, kesadaran, dan gotong royong semua pihak, terutama masyarakat.
Semoga kepedulian, solidaritas, kerja sama, dan sikap gotong royong terus dipertahankan serta kian tumbuh di hati kita.
Hanya Dengan Semangat Bergotong Royong Indonesia Bisa Bebas dari pandemi Covid-19… (**)











