Laporan: Endang Saputra
Muaraenim, sumselupdate.com – Universitas Al-Ahgaff mewisuda angkatan ke-XXIII yang diselenggarakan pada, Jumat 31 Juni 2022, di Ruang Auditorium Universitas Al-Ahgaff Fakultas Syariah dan Hukum serta Fakultas Ilmu Keislaman.
Sebanyak 106 wisudawan dari berbagai negara berhasil diwisuda dan 83 wisudawan berasal dari Indonesia. Satu di antaranya adalah putra terbaik Kabupaten Muaraenim Mustaqim Abdillah, pria kelahiran desa Muara Gula Lama, 22 April 2000. Putra ketiga dari pasangan Komri dan Susriati.
Dalam wisuda tersebut Mustaqim Abdillah berhasil meraih nilai tertinggi dengan predikat pujian. Dimana nilai IPK-nya 3,52.
Komri selaku ayah dari Mustaqim Abdillah menerangkan, putranya tersebut bisa bersekolah di Universitas Al-Ahgaff lantaran putranya tersebut dinyatakan lulus seleksi beasiswa untuk berkuliah di Universitas tersebut.
“Kelas XII Mandrasah Aliyah ia ikut tes untuk kuliah ke Yaman Timur Tengah dan Alhamdulillahi ia menjadi peserta yang lulus ikut tes, atas kerja sama dari pondok pesantren Arriyadh kota Palembang dengan pengurus pendidikan Beasiswa di Yaman,” ungkap Komri, Senin (04/07/2022) pada media ini.
Diceritakan, Komri putranya tersebut sejak mulai sekolah saat usianya masih 5 tahun sudah terlihat prestasinya. Dimana saat itu ia bersekolah di SD Negri 2 Cinta Kasih dan saat duduk dibangku kelas 3 ia dipindahkan ke Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah Muara Gula Lama, kecamatan Ujanmas.
“Selama sekolah ia selalu dapat peringkat hingga lanjut ke MTs Ponpes Arriyadh di 13 Ulu Plaju, Kota Palembang. Hingga naik ke kelas VIII Mts Mustaqim saya ajak ngisi ceramah pada acara maulid Nabi Muhammad Saw di SMP N 2 Belimbing Muara Enim untuk motivasinya supaya selalu berani menghadapi orang banyak terutama saat berbicara,” cerita Komri penuh rasa bangga.
Masih kata, Komri dii organisasi putranya tersebut aktif di OSIS bahkan menjadi ketua OSIS dan memenangkan berbagai perlombaan di bidang keagamaan mulai dari tingkat Ponpes hingga provinsi.
“Selama belajar di Arriyadh pernah ikut lomba Kiroatul kutub yakni membaca kitab kuning dan meraih juara kedua tingkat propinsi Sumatera Selatan, kemudian, Nasyid juara Kesatu, ceramah se kota Madya Palembang berhasil meraih juara 2. Nah, ketika dia sudah masik Madrasah Aliyah ia minta izin kalau nanti kuliah maunya ke Yaman,” terangnya.
Lanjut, Komri mereka selaku orang tua selalu mensuport atas keinginan anak mereka tersebut.
“Kami mensuport keinginannya dan ia Selama kuliah aktif di BEM, juga seringkali bertemu dengan pembesar Indonesia untuk jadi petunjuk jalan yg ingin dikunjungi. Harapan kami dengan ilmu yang ia dapat semoga bermanfaat bagi semua orang,” lanjutnya.
Sementara, Mustaqim Abdillah menyampaikan motivasinya kepada pemuda Indonesia khususnya kabupaten Muaraenim tempat kelahirannya yang ingin kuliah ke Timur Tengah khususnya Yaman terutama daerah Tarim Hadramaut untuk terus belajar dan semangat.
“Kuncinya teruslah belajar dan khususnya pemuda Indonesia khususnya Muaraenim yang ada niat kuliah disini sangat saya anjurkan. Karena memang lingkungan yang mendukung untuk belajar ilmu agama, kualitas keilmuan dan guru-gurunya di sini tidak diragukan bahkan diakui oleh dunia dengan sanad keilmuan yang bersambung sampai ke baginda Rasulullah Muhammad SAW, dan juga memang secara historis hubungan penyebaran islam di Indonesia juga sangat berkaitan dengan negeri ini yakni kakek moyang wali songo juge dari sini,” bebernya.
Terakhir, ia juga berpesan yang terpenting niat yang benar dan sungguh-sungguh untuk mengharap ridho Allah dan Rasul-lah kunci keberhasilan.
“Gunakan kesempatan yang masih diberi oleh Allah dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kapasitas dan keadaan masing-masing. Baik kesempatan untuk belajar, berbakti terhadap orangtua serta menuntut ilmu setinggi-tingginya,” pungkasnya. (**)











