Palembang, Sumselupdate.com – Dilepas dari kursi kepelatihan Sriwijaya FC (SFC) tidak membuat Oswaldo Lessa trauma melanjutkan kerja dan tinggal di Indonesia.
Diakui pelatih asal Brasil ia memang sekarang pulang ke kampung halaman. Namun bukan berarti tidak akan kembali.
“Kita akan bertemu lagi, karena saya masih memiliki semangat untuk kembali bekerja di Indonesia,” kata Lessa saat dihubungi via telepon seluler pribadinya.
Ia tahu kondisi sekarang di Indonesia tengah menjalani libur panjang selama perayaan Idul Fitri. Selanjutnya dia juga percaya diri di putaran kedua, ada klub yang berlaga di kasta tertinggi tengah bertarung di Go-Jek Traveloka Liga 1 akan menghubunginya.
“Saya akan cari klub di Indonesia,” jelasnya singkat.
Atau mungkin Lessa sudah mendapatkan tawaran dari para kontestan lain. Lantaran dengan tegas dia berkata secepatnya mungkin dia akan bertemu kembali SFC. “Jangan khawatir kita akan bertemu lagi,” ceplosnya.
Nah bagaimana kondisi psikologis Lessa usai di depak dari kursi kepelatihan. Terlebih lagi dia dilengserkan karena tidak mampu memenuhi ekspektasi masyarakat Sumsel. “Tidak ada masalah karena itu resiko pekerjaan. Sebenarnya sebelum melawan Persija saya juga sudah bertemu manajemen. Jelas, berbicara kondisi ini apabila tim kalah. Jadi tidak ada alasan saya kecewa atau kesal karena kondisinya memang harus seperti ini,” pungkasnya.
Sekilas kronologi pemecatan Lessa terjadi disebabkan kekalahan Laskar Wong Kito di kandang Macan Kemayoran skor tipis 1-0. Lalu gelombang desakan publik untuk Lessa hengkang kembali tumpah. Terlebih lagi kondisi tim SFC yang sekarang berada di zona kritis urutan ke-13 poin 14 membuat fans meradang.
Itu ditandai adanya tanda pagar atau lebih dikenal dengan tagar di media sosial terus berdatangan di semua akun milik fanspage SFC sampai ke jajaran manajemen dengan tulisan #lessaout. Alasan dan beragam komentar berharap manajemen segera melakukan tindakan penyelamatan.
Disebabkan kekhawatiran tim kesayangan kemungkinan besar berada di zona degradasi dan musim depan harus berlaga di divisi utama (Liga 2). Hal itulah membuat Lessa segera di PHK dengan melakukan penunjukan kepada Hartono Ruslan sebagai pelatih pengganti. (tra)











