Tuntut Pilkada Ulang, Puluhan Warga Terusan Demo ke Gedung DPRD Muratara

Puluhan warga Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Muratara, Selasa (20/9/2016).

Muratara, Sumselupdate.com – Puluhan warga Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Muratara, Selasa (20/9/2016).

Massa dari nomor urut tiga meminta kepada Bupati dan anggota DPRD untuk melakukan pemilihan ulang, sebab dinilai pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) yang dilaksanakan 5 September lalu, penuh dengan kecurangan dan tidak transparan.

Bacaan Lainnya

Zairi, salah satu massa mengatakan, dia bersama masyarakat meminta kepada pemerintah baik itu bupati dan anggota DPRD Muratara untuk melakukan pemilihan ulang.

Mengingat banyak sekali ditemukan kejangalan sebelum pelaksanaan Pilkades seperti kotak suara tidak dibuka sebelum pelaksanaan pencoblosan dan panitia desa tidak menyampaikan berapa total mata pilih kepada calon kades.

‎”Kami meminta kepada Bupati dan anggota DPRD untuk melakukan pemilihan ulang, karena pemilihan tersebut dinilai tidak sah. Sebab tidak transparan kepada kandidat, ” ujarnya.

Selain itu juga, sangat disayangkan sekali kertas surat undangan mata pilih itu berlebih, pertama dihitung totalnya 44 kertas udangan.

Kemudian dihitung lagi 28 kertas udangan dan untuk perhitungan ketiga kalinya 18 kertas undangan yang berlebih.

Nah dengan berbeda-bedanya jumlah kertas surat undangan mata pilih tentunya menjadi pertanyaan, kenapa terjadi hal demikian.

“Dengan adanya kejangalan tersebut tentunya menjadi pertanyaan besar bagi kami masyarakat jumlah surat undangan tidak sesuai dengan jumlah mata pilih, ini tentunya sudah ada permainan untuk melakukan kecurangan. Maka dari itu kami mendesak untuk melakukan pemilihan ulang,” teriaknya diikuti oleh massa lainnya.

Menanggapi tuntutan massa, anggota DPRD dari Komisi I Samsiar menegaskan tidak akan memperpanjangkan atas permasalahan yang ada dan selaku wakil rakyat akan mendengarkan aspirasi rakyat.

“Tentunya akan kita telusuri terlebih dahulu atas permasalahan yang dan akan ditindaklanjuti, untuk mencari solusi secara duduk bersama secara diskusi,” tuturnya.

Ia menegaskan pastinya pihaknya tidak akan memihak kepada hal-hal yang tidak benar. Karena tetapi mengacu dengan regulasi yang ada.

Sementara itu, saat perwakilan pendemo melakukan pertemuan dengan Ketua DPRD berserta anggota DPRD Komisi I, awak media tidak diperbolehkan masuk dan bahkan larangan tersebut disampaikan oleh Ketua DPRD Efriansyah. (ain)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.