Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran, Beri Tenggat 15 Hari untuk Kesepakatan Nuklir

Writer: - Sabtu, 21 Februari 2026
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terlihat usai pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026. (Xinhua/Peng Ziyang)

Washington, Sumselupdate.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah mempertimbangkan opsi serangan militer awal yang terbatas terhadap Iran guna menekan Teheran agar menerima kesepakatan terkait program nuklirnya.

Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh The Wall Street Journal pada Kamis (19/2/2026), mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan internal tersebut.

Read More

Jika disetujui, serangan itu disebut dapat dilancarkan dalam hitungan hari dengan menyasar sejumlah fasilitas militer atau gedung pemerintahan Iran.

Menurut laporan tersebut, apabila Iran tetap menolak memenuhi tuntutan nuklir Washington, pemerintahan Trump disebut telah menyiapkan respons berupa operasi militer yang lebih besar terhadap fasilitas pemerintah Iran, yang bahkan berpotensi mengarah pada upaya menggulingkan pemerintahan di Teheran.

Meski demikian, Trump dilaporkan belum mengambil keputusan final terkait perintah serangan dalam skala apa pun. Ia disebut sedang menimbang berbagai opsi, mulai dari operasi militer selama sepekan untuk memaksa ‘pergantian rezim’ hingga gelombang serangan yang lebih terbatas dengan target fasilitas pemerintah dan militer Iran.

Kepada wartawan pada Kamis, Trump menyatakan Iran memiliki waktu 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

Ia memperingatkan bahwa jika tenggat itu tidak dipenuhi, ‘hal-hal yang sangat buruk’ akan terjadi. Namun, Trump menolak menjelaskan secara rinci tujuan dari kemungkinan aksi militer tersebut.

Pekan lalu, Trump juga menyebut bahwa “pergantian rezim” di Iran merupakan “hal terbaik yang dapat terjadi”.

Sementara itu, seorang penasihat Trump memperkirakan ada “peluang 90 persen” bahwa serangan akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan jika perundingan gagal, sebagaimana dilaporkan Axios pada Rabu (18/2).

Ia menyebutkan, operasi militer AS berpotensi berlangsung selama beberapa pekan dan bisa melibatkan kerja sama dengan Israel.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Trump telah memerintahkan penambahan kekuatan militer AS secara signifikan di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah pengamat menilai langkah tersebut dapat mempersempit ruang bagi Washington untuk mundur tanpa memperoleh konsesi besar dari Teheran.

Media setempat juga melaporkan bahwa kapal induk USS Gerald R. Ford tengah mendekati Gibraltar dalam perjalanan dari Karibia untuk bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang telah berada di perairan dekat Iran.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts