Tragis, Wanita Ini Bunuh Diri Usai Video Seksnya Viral di Internet

Selasa, 14 Februari 2017
Tiziana Cantone (ALAMY/BBC)

Naples, Sumselupdate.com – Nasib tragis dialami Tiziana Cantone, perempuan dari Mugnano, Naples, Italia. Dia harus mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri setelah selama setahun berupaya menghapus video seksnya yang beredar viral di internet.

Seperti dilansir BBC.com, Selasa (14/2), pada April 2015 lalu, wanita usia 31 tahun itu mengirim serangkaian video seks kepada lima orang melalui WhatsApp. Salah satunya adalah kepada mantan pacarnya, Sergio Di Palo.

Dalam video tersebut terlihat ia tengah melakukan hubungan seks dengan sejumlah orang tak dikenal.

Video tersebut langsung tersebar dan diunggah ke beberapa situs orang dewasa. Tindakan fisik pada rekaman itu memang tidak menonjol. Namun, ada satu kalimat yang terucap dari mulut Tiziana Cantone.

“Kamu memfilmkannya? tanya Tiziana kepada laki-laki yang memegang kamera. “Bravo!”, kata Tiziana.

Kata-kata itu seolah menunjukkan seorang perempuan muda yang tidak risih, menikmati adegannya difilmkan saat berhubungan seks. Kalimat itu seperti memberikan orang-orang kebebasan untuk menonton video tanpa syarat. Jika ia begitu senang bisa difilmkan, tentunya ia tidak akan keberatan video itu ditonton.

Namun apa yang dilakukan orang-orang Italia bukan hanya menonton video. Komentar-komentar para penonton berubah menjadi lelucon daring. Foto-fotonya muncul di berbagai t-shirt dan situs parodi.

Fenomena di luar dugaan Tiziana Cantone itu membuatnya dirinya tertekan dan rapuh. “Ia sangat menderita,” kata temannya, Teresa.

Cantone memutuskan untuk melawan balik, tapi tidak ada cara cepat untuk menghapus video tersebut. Ia pun membawa kasus ini ke pengadilan, dengan alasan rekaman itu diunggah ke situs publik tanpa persetujuannya. Bulan September lalu, pengadilan di Naples memerintahkan video tersebut dihapus dari berbagai situs dan mesin pencari. Tapi ia juga diperintahkan untuk membayar €20.000 (atau sekitar Rp295 juta) untuk biaya pengadilan.

Pada saat ini, ia tidak mampu lagi hidup normal. “Ia tidak mau keluar rumah karena orang-orang akan mengenalinya. Ia sadar bahwa dunia maya dan dunia nyata sama,” jelas Teresa.

“Ia mengerti bahwa di beberapa titik situasi ini tidak akan pernah terselesaikan, yaitu calon suami, anak-anaknya kelak bisa menemukan video tersebut, video itu tidak akan pernah hilang,” lanjut Teresa.

Tiziana Cantone menenangkan diri di rumah keluarganya terletak di jalanan yang sepi di Mugnano, pinggiran kota Naples.

Menurut ibunya, Maria Teresa Giglio, putrinya adalah seorang gadis yang baik tapi ia juga rentan. Sebab, ia tidak memiliki sosok ayah, sejak lahir, dan ini mempengaruhi seluruh hidupnya.

Tiziana, sebut ibunya, awalnya seperti gadis seusianya yang bahagia dengan mendengarkan lagu-lagu Italia, membaca novel dan bermain piano. Namun setelah video intimnya beredar viral, ia menarik diri.

“Hidupnya hancur, di depan semua orang. Orang-orang mengolok-oloknya, yang berakhir dengan parodi di situs porno. Ia dipanggil dengan nama memalukan,” ujar Maria.

Hingga akhirnya kabar kematian putrinya diterima Maria Teresa Giglio pada 13 September 2016, saat dia sedang pergi bekerja di balai kota setempat, sedangkan putrinya tinggal di rumah. Saat itu ia menerima telepon dari adik iparnya yang mengabarkan kematian putrinya.

Giglio yakin bahwa saat video seks itu direkam, putrinya berada di bawah pengaruh obat-obatan. Ia pun menduga penyebaran video itu telah direncanakan dan bagian dari rencana kriminal sehingga mesti diusut demi keadilan dan kebenaran. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts