Palembang, Sumselupdate.com – Warga jalan Abi Kusno, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang dikagetkan dengan suara dentuman sangat keras. Warga yang penasaran akan suara tersebut langsung mengecek lokasi kejadian.
Betapa terkejutnya warga sekitar saat mendatangi TKP telah terjadi kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang mengakibatkan Dewi Pertiwi (17) siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) YWKA meninggal dunia ditempat. Kamis (8/2/2018) sekitar pukul 16:00 WIB.
Dari informasi yang dihimpun dilapangan, kejadian terjadi saat Dewi (korban, red) warga jalan Timbunan Remco Laut Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati Palembang menggunakan sepeda motor miliknya Motor Yamaha Mio nopol BG 4164 AAG dari TKP hendak menuju ke Sungki.
Karena padatnya jalan disaat kejadian membuat korban pun memilih untuk memotong mobil dump truk dengan BG 8845 AI berwarna Orange yang membawa batu Agregat milik PT Sumber Giri Sembilan (SDS) dikendarainya Ahmad A. Rafli (32) warga jalan Sultan Mahmud Badaruddin II KM 11 Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang dsri sebelah kiri.
Nahas bagi korban, saat hendak memotong mobil tersebut. Korban pun tersenggol bodi mobil tersebut sehingga membuatnya terjatuh tepat dibawah ban dump truk.
“Awalnya mobil tersebut berhenti Pak, dan tidak tahu kenapa tiba-tiba sopir mobil tersebut menjalankan mobilnya sehingga membuat korban terlindas dan meninggal dunia ditempat, jenazah korban pun langsung dibawa ke RSUD Palembang BARI, ” kata Ayu, warga setempat.
Sambungnya,setelah kejadian tersebut warga pun langsung menutupi jenazah warga dengan menggunakan koran. “Sopirnya langsung menyerahkan diri kepolisi Pak bersama dengan rekannya,” ujarnya.
Sedangkan Ahmad mengatakan, ia membawa mobil dari Yon Zikon hendak menuju ke Kayu Agung. “Saya sempat berhenti Pak, turun untuk melihat korban. Dia (Dewi) memotong mobil saya dari sebelah kiri,” singkatnya saat ditemuin di ruang pemeriksaan Polresta Palembang.
Pantauan di RSUD Palembang BARI terlihat keluarga korban tampak shock melihat korban meninggal dengan tragis. Yanti (51) yang merupakan bibi korban saat ditemuin di instalasi Gawat Darurat (IGD) mengatakan merasa tidak percaya dengan meninggalnya keponakan nya tersebut.
“Baru semalam dio (Dewi) ketawo-ketawo samo kami,” kenangnya sambil tak kuasa menahan air mata saat melihat keopnakannya meninggal secara tragis.
Diakuinya, sebelum meninggalnya korban. Sambung Yanti. Kalau keponakannya berniat setelah tamat sekolah akan melanjutkan untuk kuliah. “Dio ngomong tamat sekolah nak nyambung kuliah di kebidanan,” ujarnya.
Masih dikatakan Yanti, kalau keponakannya dikenal sebagai pribadi sosok yang periang dan dikenal dengan mudah bergaul. “Orangnya supel dan mudah bergaul dio anak kedua dari dua bersaudara, ayahnya namanya Parno dan ibunya Masyitoh,” katanya.
Sambungnya, kalau kelurga dari keponakannya adalah keluraga yang sederhana. “Ayahnya kerja sebagai buruh serabutan dan ibunya berjualan disekolah sekolah dasar (SD) tak jauh dari rumahnya.” ungkapnya.
Hal senada disampaikan rekan sekolah korban Lili (17), yang mengatakan kalau korban adalah sosok yang baik dan periang meskipun disekolah terbilang dari sisi akademis biasa-biasa saja. “Dia (Dewi) baru bae balek dari nganter kawan kami, habis melok simulasi UNBK di sekokah tadi,” kata Lili saat ditemuin di RSUD Palembang BARI.
Sedangkan, Parno ayah korban, tak kuasa melihat tubuh anaknya yang meninggal tragis setelah dilindas mobil dump truk yang membuatnya langsung ganti pingsan.
Kasubnit Laka Lantas Polresta Palembang Ipda Sucipto membenarkan kejadian yang telah menewaskan korbannya. “Ya memang benar telah terjadi laka lantas yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia,” katanya.
Sambungnya, saat ini sang sopir sedang dalam pemeriksaan petugas, “Masih dalam pemeriksaan karena unsur kelalaianya sedikit. Dimana korban memotong mobil dump truk dari arah sebelah kiri dan menyenggol ban belakang sebelah kiri mobil sehingga mengakibatkan korban terjatuh dan terlindas ban mobil,” tukasnya. (tra)











