Palembang, Sumselupdate.com – Salah satu tradisi Sanjo atau bisa disebut bertamu atau saling mengunjungi, tradisi di Sumatera Selatan yang saat ini masih terus dilaksanakan saat merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Sanjo merupakan tradisi yang harus dipertahankan dan dilestarikan. Tradisi ini membuat antar keluarga saling mengunjungi dan saling bermaaf-maafan di saat hari Lebaran.
Saat dilansir dari beberapa sumber, selama sanjo ini berlangsung, biasanya tuan rumah akan menyajikan hidangan khas lebaran, mulai dari ketupat beserta opor dan rendangnya, pempek, dan banyak lagi lainnya.
Kegiatan Sanjo ditutup dengan agenda bagi-bagi tunjangan hari raya (THR) dari tuan rumah yang dikunjungi rumahnya.
Bagi-bagi THR ini berlaku bagi kalian yang masih anak-anak atau yang belum bekerja, semakin banyak rumah yang dikunjungi maka semakin banyak juga THR yang didapatkan.
Namun, pada akhirnya fokus utama dari tradisi Sanjo ini sendiri yaitu untuk menyambung tali silaturahmi sehingga bisa tetap berkumpul bersama keluarga setidaknya di hari Lebaran, setelah mungkin di hari biasanya terlalu disibukkan dengan pekerjaan dan kegiatan masing-masing
Biasanya dilakukan oleh sekelompok orang yaitu laki-laki berjumlah 10-20 orang atau lebih sambil menabuh alat musik tradisional yaitu gendang/terbangan.
Sanjo menjadi salah satu warisan budaya Indonesia yang penting dan terus dilestarikan hingga saat ini.
Sekarang ini, Sanjo sering dipentaskan dalam acara-acara budaya dan pariwisata di Palembang dan Sumatra Selatan.











