Toyota Gandeng CATL Bangun Baterai Mobil Listrik di RI, Investasi Tembus Rp1,3 Triliun

Writer: - Rabu, 22 April 2026
Tempat pengisian daya ultracepat Shenxing terlihat di stan Contemporary Amperex Technology (CATL) di area Rantai Kendaraan Pintar di Pameran Rantai Pasokan Internasional China (China International Supply Chain Expo/CISCE) ketiga di Beijing, ibu kota China, pada 18 Juli 2025. (Xinhua/Zhang Chenlin)

Jakarta, Sumselupdate.com – Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menjalin kerja sama strategis dengan CATL (Contemporary Amperex Technology Co., Ltd.) untuk memproduksi baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia.

Kemitraan tersebut diumumkan pada Senin (20/4/2026) sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kendaraan berbasis baterai di Tanah Air.

Read More

Dalam kerja sama ini, TMMIN akan menggelontorkan investasi sebesar Rp1,3 triliun guna memperkuat rantai pasokan baterai dari hulu hingga hilir.

Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, mengatakan kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan produksi baterai secara menyeluruh di dalam negeri.

“Melalui kolaborasi strategis dengan CATL di Indonesia, kami berupaya meningkatkan kemampuan produksi battery assembly pack hingga pembuatan sel baterai dan modul secara menyeluruh,” ujarnya.

Baterai produksi lokal tersebut nantinya akan digunakan untuk berbagai lini kendaraan hybrid Toyota di Indonesia, termasuk untuk kebutuhan ekspor.

Saat ini, produksi baterai Toyota di Indonesia masih terbatas pada tahap perakitan battery pack di fasilitas yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Dengan adanya kerja sama ini, komponen sel baterai dan modul yang sebelumnya masih diimpor diharapkan dapat diproduksi di dalam negeri oleh tenaga kerja lokal.

Kolaborasi ini juga memperkuat langkah CATL dalam pengembangan industri baterai di Indonesia. Sebelumnya, CATL juga terlibat dalam proyek pembangunan pabrik baterai bersama Industri Baterai Indonesia (IBC) di Karawang.

Pabrik tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026 dengan kapasitas awal sebesar 6,9 GWh, yang akan ditingkatkan hingga 15 GWh pada tahap selanjutnya. Fasilitas ini akan memproduksi sel baterai, modul, hingga battery pack, serta sistem penyimpanan energi berbasis baterai (Battery Energy Storage System/BESS).

Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai pasok global.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts