Jakarta, Sumseupdate.com – Persoalan tentang gulungan kulit kabel misterius terus bergulir. Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan beberapa isu bisa saja muncul terkait temuan kulit kabel di gorong-gorong Jalan Medan Merdeka Selatan. Misalnya menganggap kabel tersebut sebagai harta karun terpendam.
Tito berujar bisa saja kabel itu merupakan barang lama yang digunakan di jalur tersebut. Kemudian tidak terpakai lagi lantaran telah dibangun jalur yang baru. “Nah jalur baru ini begitu dibangun, kenapa kabel itu tidak diangkat, karena biaya angkatnya besar dibanding biaya kabel itu sendiri. Sehingga dibiarkan bisa saja,” ujar Tito di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/3).
Material yang dibiarkan dan tidak terpakai tersebut kemudian dimanfaatkan oleh oknum tertentu. Yang mengetahui bahwa meski sudah tidak terpakai namun memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena masih mengadung tembaga.
“Sehingga bisa saja yang terjadi tembaganya saja yang diambil, kan ada tembaga pelindung logamnya,” ujar Tito.
Bila dipikirkan secara logika, menurut Tito sangat tidak mungkin bila harus mengangkat kabelnya juga. Artinya pelaku harus membongkar jalanan. Sedangkan bila diambil dalam bentuk potongan kecil maka tidak akan begitu terlihat.
“Kalau diangkat dengan kabel kabelnya ketahuan karena harus bongkar jalan. Kalau seandainya diambil sedikit dalam bentuk potong-potongan kecil yang diambil tembaganya. Sehingga kupasannya, bungkusnya tertinggal. Itu yang sangat mungkin terjadi,” ujar Tito.
Tito menyebut dalam insiden ini ada dugaan pencurian. Namun dengan menggunakan istilah harta terpendam karena hanya orang-orang tertentu yang mengetahui kabel memiliki nilai ekonomis. “Itu bisa saja pencurian kabel, yang penting orang yang tau di situ ada kabel, istilahnya harta terpendam itu sebetulnya karena punya nilai ekonomis,” ujarnya. (adm3)











