Inderalaya, Sumselupdate.com – Guna meningkatkan kreativitas dan wawasan, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi (Prodi) Pendidikan Masyarakat (Penmas) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) menggelar pelatihan dan pendampingan pembuatan kain batik dengan teknik Eco Print kepada ibu-ibu PKK Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (27/8/2022).
Kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan kain batik dengan teknik Eco Print diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK yang juga merupakan ibu rumah tangga di Desa Limbang Jaya.
Adapun nara sumber pelatihan dan pendampingan pembuatan kain batik dengan teknik Eco Print masing-masing Yanti Karmila Nengsih, SPd, MPd (ketua), Dr Azizah Husin, MPd, Shomedran, SPd, MPd, dan Ardi Saputra, SPd, MPd.
Keempat dosen beserta tim melakukan pelatihan dan pendampingan kepada para peserta bagaimana cara membuat kain batik dengan teknik ECO Print dengan menggunakan motif yang lebih menarik.
Ketua Tim PkM Prodi Penmas FKIP Unsri Yanti Karmila Nengsih, SPd, MPd menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan menambah wawasan para peserta tentang bagaimana pembuatan kain batik dengan teknik Eco Print yang merupakan sebagai salah satu peluang home industry creative bagi warga Desa Limbang Jaya.
Menurut Yanti, dalam pelatihan ini, para nara sumber menggunakan motif daun dari berbagai pohon seperti daun jati dan lainnya.
“Pembuatan batik ECO Print ini tidak terlalu membutuhkan biaya terlalu mahal dan juga tentunya dalam hal motif bisa memanfaatkan dari bahan alam yaitu dari tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar lingkungan masing-masing rumah warga,” kata Yanti Karmila Nengsih.
Yanti mengatakan dalam proses pemasaran batik bisa dilakukan secara online ataupun secara offline.
Dikatakan Yanti, pihaknya akan membantu ibu-ibu yang ada di Desa Limbang Jaya dalam mempromosikan penjualan kain batik Eco Print, karena ini merupakan peluang usaha baru dan batik Eco Print sedang trend saat ini serta belum banyak pengrajin batik Eco Print di Sumsel dan batik Eco Print memiliki nilai jual yang mampu bersaing dengan batik lainnya.
Ditambahkan Yanti, dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan batik Eco Print ini dilakukan dalam beberapa tahapan.
Tahapan tersebut meliputi tim PkM membagikan lembar pretest terlebih dahulu untuk melihat pemahaman peserta pengabdian tentang batik Eco Print dan peluang usaha ke depannya.
Kemudian, tim PkM memberikan pemahaman tentang pembuatan batik Eco Print dan Home Industry Creative.
Tim PkM melakukan praktik bersama peserta tata cara membuat batik Eco Print dan peserta pelatihan diberi tugas mandiri untuk membuat batik Eco Print di rumah masing-masing dengan bahan dan alat yang diberikan oleh tim PkM Prodi Penmas FKIP Unsri serta didampingi oleh tim pengabdian di lapangan.
Selanjutnya, tim PkM melakukan monitoring dan evaluasi terhadap semua proses pelaksanaan pengabdian.
Langkah berikutnya tim PkM menyebarkan angket postest untuk mengetahui pemahaman peserta ibu-ibu PKK terhadap pembuatan kain batik Eco Print dan bagaimana peluang usahanya sebagai home industry creative.
“Kita berharap dari kegiatan ini dapat membantu ibu-ibu PKK di Desa Limbang Jaya dalam menunjang kesejahteraan dan pendapatan keluarga dengan cara mengisi waktu kosong dengan membuat kain batik Eco Print,” harap Yanti.
Kegiatan PkM yang rutin digelar Prodi Penmas FKIP Unsri setiap tahunnya ini mendapatkan respon positif dari masyarakat Desa Limbang Jaya.
Para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut begitu antusias dan menyambut gembira kedatangan tim PkM Penmas FKIP Unsri.
Desi, salah satu peserta pelatihan batik ECO Print mengungkapkan kegembiraan dan sangat tertarik dalam hal pembuatan batik Eco Print.
Terlebih lagi, kata Desi, ini merupakan pertama kalinya melihat secara langsung proses pembuatan kain batik Eco Print. (rel)











