Laporan: Endang Saputra
Muaraenim, Sumselupdate.com – Dalam melakukan peningkatan terhadap Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) dan Monitoring Control for Prevention (MCP) terhadap penyelenggaraan pemerintahan, Pemkab Muaraenim menggelar sosialisasi pengelolaan manajemen risiko yang bekerjasama dengan Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Selatan, di Ruang Rapat Pangripta Nusantara Bappeda Muaraenim, Selasa (27/04/2022).
Kegiatan yang dibuka Pj Bupati Muaraenim H Nasrun Umar, dan dihadiri langsung Kepala Perwakilan BPKP, Buyung Wiromo Samudro dan diikuti seluruh OPD di lingkup Pemkab Muaraenim.
Pj Bupati Muaraenim H Nasrun Umar menyampaikan, kegiatan ini diharapkan untuk memberikan motivasi dalam menyiapkan kompetensi, mitigasi maupun meningkatkan pengelolaan manajemen risiko yang menjadi bagian dari indeks penilaian maturitas penyelenggaraan SPIP terintegrasi dan juga MCP sebagai instrumen dari pencegahan terhadap tindak pidana korupsi di lingkup Pemkab Muaraenim.
“Kegitaan ini dimaksudkan agar performa serta kualitas kinerja OPD dapat lebih meningkat dan lebih efektif, efisien, akuntabel, tepat guna, tepat sasaran serta sesuai dengan ketentuan dan perencanaan pembangunan yang diharapkan,” ungkapnya.
Kemudian, Pj Bupati berharap melalui kegiatan sosialisasi pengelolaan manajemen risiko ini dapat memberikan pemahaman dan menjadi pedoman bagi seluruh aparatur pemerintah dalam meningkatkan pengelolaan kualitas manajemen risiko, mulai dari risiko strategis pemerintah daerah, risiko strategis OPD hingga risiko operasional OPD.
“Kita menyadari bahwa untuk menyelenggarakan pemerintahan yang ideal tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan internal pemerintah, akantetapi perlu dukungan, pendampingan, pengawasan dan kerja sama dari berbagai pihak, terutama instansi veritikal atau lembaga negara yang memang berkompeten dibidangnya, seperti halnya Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Selatan,” ujarnya.
Terakhir, Pj Bupati menyampaikan harapannya kedepannya sistem penyelenggaraan pemerintah Pemkab Muaraenim dapat lebih teliti dan hati-hati.
“Semoga dengan semangat dan niat baik ini kedepannya sistem penyelenggaraan pemerintahan di kabupaten Muaraenim terus mengedepankan azas kehati – hatian dan prinsip akuntabilitas yang benar,” pungkasnya. (**)











