Tiga Tahun Jalankan Praktik Haram, Sindikat Penipuan Program Kehamilan Raup Ratusan Juta Rupiah

Selasa, 29 Maret 2022
Kapolsek Talang Kelapa, Kompol Sigit Agung Susilo saat press realese menghadirkan ketiga pelaku penipuan program kehamilan, Selasa (29/3/2022).

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Ketiga pelaku sindikat pengobatan alternatif alias dukun kandungan yang menjerat hingga ratusan pasangan suami istri (pasutri) muda, sudah menjalani praktik haramnya selama tiga tahun terakhir.

Read More

Kapolsek Talang Kelapa, Kompol Sigit Agung Susilo dalam press realese, Selasa (29/3/2022) mengatakan, ketiga pelaku sindikat kasus ini sduah tiga tahun menjalani aksinya, sudah meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah.

“Alhamdulillah, kita akhirnya berhasil meringkus pelaku penipuan yang berkedok pengobatan alternatif khusus program kehamilan,” ungkapnya.

Kompol Agung bilang, ada lima alat bukti yang digunakan para sindikat ini untuk menjalankan praktik, mulai dari alat deteksi jantung pada kandungan, satu botol minyak urut, satu lusin cup plastik untuk wadah tes urine, dua buah test peck, dan satu buah buku KIA milik korban.

“Ada tiga orang pelaku yang kita amankan, ketiganya memiliki perannya masing-masing, Surwati alias Teteh sebagai pemberi terapi urut dan yang membacakan mantra, Dwi Nur yang melakukan rekam medis, dan Mariah yang menyediakan obat multivitamin dan mengaku sebagai bidan, serta yang menyediakan alat test peck,” ungkapnya.

Menurut Kompol Sigit, praktek ini dilakukan di kediaman Surwati alias Teteh yang setelah diselidiki merupakan tukang pijit capek biasa.

Sementara untuk tersangka Mariah bukanlah bidan, namun hanya memiliki sertifikasi profesi sebagai perawat, dan yang paling miris adalah Dwi sebagai rekam medis merupakan pasien dari Teteh itu sendiri untuk menyempurnakan aksi penipuannya.

“Saya tegaskan kembali para tersangka ini tidak memiliki keahlian di bidang medis ataupun pengobatan alternatif,” ungkapnya.

Sementara pengakuan RK yang juga menjadi korban dari ketiga tersangka ini mengaku, telah tiga kali melakukan pertemuan dengan pelaku.

Namun nahas, bukannya mendapatkan keturunan seperti yang diimpikannya, namun uangnya raib untuk mahar.

“Pertemuan pertama saya diminta untuk membawa sebotol air yang bakal dijampi-jampi untuk saya minum, dan amplop mahar sesukanya. Pertemuan kedua saya diminta bawa air dan mahar seperti yang pertama, dan yang ketiga saya diminta untuk tes urine, serta juga membawa sebotol air dan amplop seperti yang sebelumnya lagi,” ungkapnya.

RK mengaku di setiap pertemuan ia diberikan terapi yang dilakukan oleh tersangka Teteh, namun pada pertemuan ketiga ia merasa ada yang janggal pasalnya saat melakukan tes kehamilan ia mencurigai urinenya telah dicampur hingga membuat hasilnya positif.

“Soalnya setelah saya buang air kecil untuk tes kehamilan saya diminta menunggu di dalam kamar tempat saya di urut, dan saya tidak melihat langsung mereka melakukan tes, hanya ditunjukkan hasil positif langsung,” ungkapnya.

Meski begitu, pada awalnya mengetahui bahwa ia hamil membuatnya yakin, yang kemudian menjadi alasan para pelaku ini membandrol harga Rp25 juta karena telah berhasil membantu RK.

“Awalnya minta segitu, tapi karena kami gak sanggup jadi diturunkan menjadi Rp15 juta, tapi karena masih juga gak sanggup ujung-ujungnya terakhir dia minta dengan saya uang senilai Rp3 juta,” ungkapnya. (**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts