Muaraenim, Sumselupdate.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Muaraenim melakukan tes urine dadakan terhadap sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di depan pos BM Jembatan Enim II, Jumat (8/7/2018). Sedikitnya, 35 orang sopir bus beserta kernetnya dites urine oleh petugas.
Pantauan Sumselupdate.com, kegiatan itu dimulai pukul 8.30. Satu persatu bus AKAP yang melintas di lokasi itu diberhentikan. Kemudian supir dan kernet bus didata. Dengan pengawalan ketat petugas, sopir dan kernet kemudian dibawa ke mobil toilet yang telah disiapkan untuk diambil sample urine nya.
Dari 35 sopir dan kernet yang dites urine, satu diantaranya diduga terindikasi Methampetamin dan Ampethamin. Atas dasar itu, kemudian petugas BNN langsung melakukan penggeledahan bus yang bawa nya.
“Kegiatan ini untuk menjamin keamanan arus mudik. Karena sopir tugasnya berat. Banyak penumpang yang dibawa. Jadi kita memastikan sopir-sopir ini memang dalam keadaan sehat,” ujar Kepala BNNK Muaraenim, Ika Wahyu Hindaryati disela kegiatan.
Terkait adanya sopir yang terindikasi pengguna narkoba, Ika mengatakan jika pihaknya melarang supir tersebut untuk mengemudikan kendaraan. “Setelah dilakukan asesmen dan berita acara kemuadian diberikan surat rujukan ke BNNK terdekat dari tempat tinggalnya di Sumatera Barat,” ungkap Ika.
NV (43), sopir yang terindikasi pengguna narkoba saat diwawancarai mengaku jika dirinya menggunakan narkoba berawal dari coba-coba. “Awalnya coba-coba sekitar tiga bulan lalu di warung,” ungkapnya.
Terpisah Saf (45), salah satu sopir mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh BNN itu. Menurutnya, kegiatan itu baik untuk rutin dilaksanakan karena dapat menjamin keamanan penumpang. “Bagus, baiknya rutin dilaksanakan,” ujarnya singkat. (azw)











