Palembang, Sumselupdate.com – Usai menerima laporan tentang Edi Nuryanto korban pembunuhan dan disertai penembakan yang terjadi di desa Kantian Lubuk Keliat Ogan Ilir (OI), Sabtu (29/7/2017). Petugas Tim Rimau Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel langsung melakukan penyelidikan empat orang pelaku, Minggu (30/7/2017).
Diketahui, korban dihabisi oleh empat orang pelaku masing-masing Paruf (pelaku utama) ditangkap di Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Syawaludin ditangkap di Desa Belanti, Kecamatan Tanjung Raja OI, Zulyadi ditangkap di Desa Sri Rajo, Pasar Sapi, OI dan Guntur ditangkap di terminal OI.
Dirkrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Prasetijo Utomo mengatakan, dari hasil pemeriksaan diketahui, bahwa motif pembunuhan di mana salah satu pelaku menaruh dendam kepada korban dan timbul niat untuk menghabisi nyawa korban dengan melakukan perencanaan terlebih dahulu.
Kemudian empat pelaku Jumat (28/7/2017) berencana mencari ayam aduan di wilayah Prabumulih dengan mengendarai mobil Avanza, namun di tengah perjalanan tepatnya di kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, tersangka Paruf melihat korban Edi Nuryanto. Karena menurut pengakuan pelaku, korban mempunyai hutang sebesar 150 juta dari tahun 2011 hingga kini belum dibayar oleh korban.
“Melihat korban yang saat itu berada di pinggir jalan, langsung dihampiri oleh pelaku. Hingga membawa korban masuk ke dalam mobil menuju ke kabupaten Ogan Ilir, lalu mengikat tangan korban dengan tali sampai di TKP pelaku Paruf menembak kepala korban hingga tewas dan jasadnya baru ditemukan oleh warga,” terangnya.
Sementara itu, Paruf mengaku, nekat melakukan pembunuhan terhadap Edi Nuryanto lantaran sakit hati dan dendam karena korban mempunyai hutang sebesar 150 juta tapi belum pernah dibayar oleh korban saat ditagih selalu menghindar. Bukan hanya kepada pelaku saja korban memiliki hutang, melainkan ada juga hutang dengan orang lain.
“Senpi yang saya pakai untuk menembak korban punya teman saya yang sudah meninggal, saya sendiri yang menembaknya, teman saya yang tiga orang hanya ikut membantu memasukkan korban ke dalam mobil,” katanya. (tra)











