Terlibat Aksi Begal, Tiga Remaja di Bawah Umur Diringkus Aparat

Selasa, 3 Oktober 2017

Palembang, Sumselupdate.com – Setelah mendapat laporan dari Septiadi (15), pelajar SMP korban pembegalan hingga mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya, Minggu (24/9) di Jalan Letda A. Rozak, Kalidoni, Palembang, akhirnya, anggota Unit Ranmor Satreskrim Polresta Palembang menangkap ketiga pelaku begal yang ternyata masih di bawah umur. Dua di antaranya berstatus pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Kota Palembang.

Ketiga pelaku yakni, RK (16) warga Cendana Perum, Kecamatan Sako, SS (16) dan Ari (17) yang keduanya merupakan warga Jalan Sapta Marga, Lorong Pinang, Kecamatan Kalidoni.

Read More

Petugas menagkap ketiganya di tempat berbeda. Pelaku RK ditangkap di kediamannya, SS ditangkap saat sedang bermain di warnet, dan Ari ditangkap di depan Indomaret tak jauh dari pelaku SS ditangkap dengam barang bukti senjata tajam (sajam) jenis pedang yang digunakan pelaku saat beraksi.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara, melalui Kanit Ranmor Iptu Mardanus, membenarkan saat ini pihaknya telah berhasil menangkap ketiga pelaku aksi begal. “Kita berhasil menangkap ketiga tersangka yakni RK, SS, Ari di tempat berbeda dan para pelaku masih di bawah umur,” ujarnya, Selasa (3/10/2017).

Dikatakannya,  ketiga tersangka ini ditangkap berkat adanya laporan dari korban di Mapolresta Palembang. Atas dasar laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya mengamankan ketiga tersangka. “ Selain mengamankan ketiga pelaku, kita juga mengamankan sajam yang digunakan untuk melancarkan aksi tersebut,” jelasnya.

Saat ini, sambungnya, ketiga tersangka sudah berada di Mapolresta Palembang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, “ Dan atas perbuatannya, ketiganya akan kita jerat dengan Pasal 365 dengan hukuman di atas 5 tahun penjara,” tegasnya.

Sementara itu, tersangka RK saat ditemui di ruang Unit Ranmor Polresta Palembang berkilah kalau ia dan temannya dikatakan sebagai pelaku begal. “Kami tidak membegal, kami ini suporter bola,” katanya.

RK menceritakan, sebelum kejadian, dirinya bersama kedua temannya sedang bermain warnet. Kemudian mendapat kabar akan diserang, ia pun pulang ke rumah mengambil pedang untuk bersiap-siap ketika diserang. Tak lama berselang, korban melintas bersama temannya dengan menggunakan sepeda motor.

“Kami lagi duduk, kemudian salah satu dari teman dia (Septiadi) ada yang menghina kami dengan kata-kata anjing dan langsung saja kami kejar menggunakan sepeda motor,” jelasnya.

Sambungnya, ketika berhasil mengejar korban, dirinya langsung membacok korban dengan membabi buta, “Saya yang membacok. Kami tidak mencuri sepeda motornya. Motornya kami letakkan di depan warnet Vitkom itu lah dan memang kuncinya tidak kami cabut,” aku salah satu pelajar SMK ini.

Hal senada diungkapkan tersangka SS, yang mengaku kalau dirinya memang hendak diserang oleh orang tak dikenal. “Tugas saya hanya sebagai joki dan saya tidak melukai korban,” singkat salah satu SMK Swasta di Palembang ini. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts