Terima Pengembalian Uang Fee Rp652 Juta, Kejati Sumsel Tegaskan Kasus Korupsi Jual Beli Gas PDPDE Tetap Lanjut

Kejaksaan tinggi Sumsel menerima pengembalian uang fee senilai Rp652 juta dalam kasus korupsi jual beli gas daerah dari PT. Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPE), Senin (30/11/2020).

Palembang, Sumselupdate.com – Kejaksaan Tinggi Sumsel menerima pengembalian uang fee senilai Rp652 juta dalam kasus korupsi jual beli gas daerah dari PT. Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPE), Senin (30/11/2020). Uang tersebut dikembalikan oleh PT Mulya Tara Mandiri yang merupakan mitra bisnis dari PT PDPE.

“PT Mulya Tara Mandiri mempunyai iktikad baik dengan mengembalikan uang fee yang diterimanya,” kata Plt Kejati Sumsel, Oktovianus kepada awak media.

Diakuinya, sebenarnya ada tujuh perusahaan yang diduga telah menerima aliran dana fee dari penjualan gas oleh PT. PDPE.

PT Mulya Tara Mandiri hanya salah satu dari tujuh perusahaan itu. Tapi, sayangnya Oktavianus tidak menjelaskan keenam perusahaan yang lain yang diduga juga menerima aliran dana tersebut.

Meski begitu, ia memastikan bahwa pengembalian uang kerugian negara yang dilakukan, tidak akan menghapus tindak pidana terhadap suatu perkara.

“Penyidikan dalam kasus ini masih berlangsung dan penghitungan uang negara masih dilakukan oleh BPK,” ujarnya.

Diketahui kasus korupsi dalam operasional PT. PDPE cukup menarik perhatian masyarakat khususnya di Sumatera Selatan. Sebab dalam perjalanan penyidikan kasus ini, sudah banyak saksi yang telah diperiksa Jaksa Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel.

Diantaranya sejumlah pejabat dan mantan pejabat Pemprov Sumsel, saksi dari pihak PT PDPDE, serta saksi dari pihak swasta. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.