Sembilan Hari Jelang Pilkada OI, Giliran LKPI Rilis Hasil Survey Panca-Ardani Versus Ilyas-Endang

Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) dalam tajuk ‘Menakar Kekuatan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ogan Ilir’, menyampaikan hasil surveynya, di Hotel Santika Palembang, Senin (30/11/2020).

Laporan : Henny Primasari

Palembang, Sumselupdate.com – Sembilan hari menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ogan Ilir, pasangan calon (Paslon) Nomor urut 1, Panca Wijaya Akbar Mawardi – Ardani, masih unggul dari lawannya, Paslon No. urut 2 Ilyas Panji Alam – Endang PU Ishak (Ilyas-Endang).

Bacaan Lainnya

Hal ini terungkap dalam  release  temuan survei Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) dalam tajuk ‘Menakar Kekuatan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ogan Ilir’, di Hotel Santika Palembang,  Senin (30/11/2020).

Dari hasil survey yang dilakukan, pada pertanyaan terbuka (top of mind), elektabilitas Panca-Ardani (53 persen) dan Ilyas-Endang (25,6 persen) serta  massa yang belum menentukan pilihan (21,4 persen). Selanjutnya, uji simulasi pada pertanyaan tertutup dengan menyebutkan dua nama paslon bupati dan wakil bupati   masih menempatkan Panca-Ardani unggul dengan elektabilitas 61,7 persen dan Ilyas-Endang 31,1 persen, dan masyarakat yang belum menentukan pilihan 7,2 persen.

“Uji simulasi dengan menggunakan spesimen kertas surat suara, juga terlihat konsistensi elektabilitas Panca-Ardani unggul dari Ilyas-Endang dengan posisi Panca-Ardani (61,8 persen) dan Ilyas-Endang (31,8 persen) serta massa  yang belum menentukan pilihan (6,4 persen),” kata Direktur Eksekutif LKPI, Arianto dengan lantang.

Lebih lanjut, lembaga yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) ini mengatakan, kuatnya tarikan elektoral Panca-Ardani salah satunya disebabkan  tingkat popularitas dan kesukaan (akseptabilitas) dua paslon ini lebih baik dari Ilyas-Endang.

Secara perorangan, Panca Wijaya Akbar memiliki populatitas (96,8 persen) dan akseptabilitas (95,9 persen), Ilyas Panji Alam popularitasnya (98,3 persen) dan akseptabilitas (91 persen). Endang PU Ishak popularitasnya (76,7 persen) dan akseptabilitas (81,9 persen) dan Ardani dengan popularitas (76,2 persen) dan akseptabilitas (84,7 persen).

Popularitas dan akseptabilitas yang baik, lanjut mantan kordinator Lembaga Survei Indonesia (LSI) ini, merupakan modal awal bagi Paslon untuk meraih elektabilitas yang tinggi.  Panca Wijaya Akbar tergambar dari temuan survei memiliki sentimen yang lebih positif  dari segi popularitas dan akseptabilitas dibandingkan Ilyas Panji Alam dan Endang PU Ishak.

Disamping itu,   masyarakat Kabupaten Ogan Ilir menjatuhkan pilihannya kepada Panca-Ardani   beralasan bahwa, paslon Panca-Ardani diyakini bisa membawa perubahan yang lebih baik kedepan  terhadap Kabupaten Ogan Ilir dan Putra Mawardi Yahya serta kesamaan partai yang dipilih masyarakat dengan paslon yang diusung.

“Keunggulan Panca Wijaya Akbar dari segi kedikenalan dan kedisukaan di masyarakat sangat positif dan angkanya lebih baik dari Ilyas Panji Alam yang merupakan calon bupati. Artinya, secara statistik ada keunggulan tingkat kesukaan di masyarakat yang lebih baik pada  diri Panca Wijaya Akbar. Ini modal besar untuk meraih elektabilitas yang tinggi. Tak hanya itu, pergerakan tim sukses, tim pendukung, relawan paslon Panca-Ardani sangat luar biasa yakni mencapai 70,3 persen,” terang pria yang biasa disapa dengan nama Iyan ini optimis.

Tingginya elektabilitas Panca-Ardani yang sudah tembus diatas 50 persen ini, lanjut mantan  auditor survei konvensi capres Parta Demokrat ini akan sulit dikejar paslon  Ilyas-Endang.  Hal ini disebabkan jarak (inteval) elektabilitas yang sudah berada di angka 30 persen.

Selain itu, waktu  yang tersisa sudah semakin dekat pemilihan digelar, hanya bersisa sembilan hari. Dengan jarak elektabilitas yang dapat dikatagorikan secara statistik  unggul signifikan tersebut, maka  paslon Panca-Ardani berpotensi besar  keluar sebagai pemenang pada  pesta demokrasi yang akan dilangsungkan 9 Desember 2020.

Survei  yang dilakukan dengan melibatkan 840 responden yang tersebar di seluruh kabupaten Ogan Ilir  dengan marjin of error +/-3, 5 persen dengan selang kepercayaan 95 persen. Metode penelitian dengan menggunakan multistage random sampling   dan peneliti lapangan semuanya berstatus mahasiswa.

“Apalagi berdasarkan survey, banyak masyarakat tidak puas dan kecewa dengan kinerja pemerintah kala itu atau sang petahana, angkanya sampai 40 persen. Bahkan saat diwawancarai ditanya siapakah yang akan dipilih saat hari ‘H’ pencoblosan?. Para responden jelas menyebutkan nama Panca-Ardani. Sementara untuk swing fotter atau massa mengambang hanya 6,4 persen.

Alasan masyarakat memilih Panca-Ardani karena berkeinginan OI memiliki perubahan lebih baik. Meskipun dalam suasana Covid ini dipastikan antusias pemilih malah tinggi dalam pilkada OI ini. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.