Terbayang Bryan Meninggal Dunia Saat Tidur, Siska Menangis Minta Maaf

Sabtu, 26 November 2016
Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait berbincang dengan Siska, tersangka seorang ibu yang menganiaya anaknya hingga tewas di tahanan Polresta Palembang, Sabtu (26/11/2016).

Palembang, Sumselupdate.com – Siska Nopriana (23) tersangka yang melakukan penganiayaan hingga menewaskan anak kandungnya, Bryan Aditya Fadhillah (4), mengaku menyesal dan minta maaf atas kekhilafannya telah menyiksa anaknya sendiri hingga meninggal dunia.

Di hadapan Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, yang secara khusus menjenguk di tahanan Polresta Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (26/11/2016), Siska tak tak bisa menutupi tangisnya disertai penyesalan mendalam karena telah menyakiti dengan cara menganiaya anaknya sendiri hingga tewas hanya karena emosi setelah berselisih dengan suami Salbani (30).

Read More

“Saya sangat sedih dan merasa berdosa telah menyiksa anak saya (Bryan –red) setiap dia menangis, bahkan saya sempat menendang, meninju bagian perut, mecubit hingga kadang-kadang menggigitnya saat itu,” urainya.

Lebih lanjut warga Jalan Lubuk Bakung, Siring Agung, Ilir Barat I, Palembang ini mengaku, berdosa dan menyesal atas perbuatan terhadap putra semata wayangnya yang telah tiada selamanya, dan siap menghadapi proses hukum.

“Saat kejadian anak saya sempat bilang mengeluh sakit, lantas saya mandikan saat dimandikan itu saya lihat banyak bekas lebam. Saya sedih dan bilang makanya nak jangan nakal lagi biar tidak dipukul, dijawab oleh Bryan ia bunda, saat itu saya sangat sedih sudah tega memukulnya,” terangnya sambil nangis mengenang anaknya.

Setelah dimandikan dijelaskannya, Bryan lantas ia tidur sambil seperti biasa nonton televisi, selang beberapa waktu lantas dibangunkan namun ternyata itu tidur panjang.

Ternyata Bryan pergi untuk selama-lamanya, karena saat dibangunkan nyawa sudah lepas dari raga.

“Saat mau tidur memang Bryan sempat bilang bahwa dadanya sesak dan gelisah, sambil bilang Bun saya mau tidur, ternyata itulah kata-kata pamitan terakhirnya,” jelasnya di hadapan ketua Komnas PA saat di ruang Kasat Reskrim.

Lebih lanjut ia menyampaikan karena panik harus berbuat apa, hingga akhirnya minta bantuan orang lain untuk melapor ke pihak kepolisian bahwa Bryan putranya telah meninggal.

“Hingga saat ini saya hanya bisa mendoakan dan sudah tidak bisa lagi bertemu anak saya,” ucapnya sedih. (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts