Muaraenim, Sumselupdate.com – Kabar akan hadirnya layanan transportasi daring Grab sempat menjadi perbincangan di tengah masyarakat Muaraenim. Pasalnya, beredar informasi jika pihak Grab telah melakukan rekrutmen mitra sebagai Grab Car dan Grab Bike. Namun informasi itu tidak dibenarkan saat dikonfirmasi dengan Grab Indonesia melalui akun Twitter @GrabID, Senin (18/2).
Tak ingin informasi tersebut menjadi polemik, Pihak Grab Palembang akhirnya memastikan jika rencana pembukaan Grab di Kabupaten Muaraenim benar dan bukan hoax.
“Kemarin kami sengaja melalui akun lokal Muaraenim untuk mengetahui sejauh mana animo masyarakat Muaraenim menerima kehadiran Grab,” ujar Partner Akuisisi Eksekutif Grab Palembang Aditya Tribowo didampingi perwakilan Grab Muaraenim Ian Nugraha saat audiensi dengan Kominfo Kabupaten Muaraenim, Rabu (20/2/2019).
Pria yang akrab disapa Bowo ini membenarkan, beberapa waktu lalu memang sempat ada pemberitaan tentang kebenaran kehadiran Grab di Kabupaten Muaraenim, dan dijawab oleh Grab Pusat itu belum ada.
Hal itu menurutnya, karena wilayah Muaraenim belum masuk ke sistem karena belum dibuka di Muaraenim dan belum update. Pihaknya saat ini masih survey untuk melihat potensi serta minat masyarakat.
“Setelah itu akan menjadi data base perusahaan, apakah layak atau belum Grab buka di Kabupaten Muaraenim. Mengenai pengenalan Grab belum melalui media resmi karena masih dalam tahap pengenalan, dan jika sudah pasti akan dibuka di Muaraenim serta launching pasti media resmi akan diundang,” ungkap Bowo.
Bowo menjelaskan, untuk pembukaan Grab di Sumsel mwnjadi tanggung jawab Grab Palembang. “Jadi Grab Palembang bebas mau membuka di daerah mana di wilayah Sumsel asalkan hasil survei memang layak dan minat masyarakat tinggi,” paparnya.
Untuk tahap awal, lanjutnya, pelayanan yang akan masuk ke Muaraenim ada tiga jenis yakni Grab Car, Grab bike, dan Grab express, untuk yang lain akan melihat perkembangan di lapangan.
“Layanan Grab di wilayah Sumsel, selain Palembang, juga telah dibuka di Lubuklinggau, Pagar Alam dan Prabumulih. Untuk target, mungkin minggu depan, paling lambat sekitar awal Maret kita sudah membuka pendaftaran untuk driver di Muaraenim,” tambahnya.
Terkait penerimaan driver, Bowo menjelaskan pihaknya kenetapkan syarat tertentu dan tidak sembarangan. Salah satunya ialah kendaraan harus dalam kondisi baik seperti motor minimal keluaran 2010 dan mobil 2012.
“Tujuannya supaya penumpangnya merasa lebih nyaman dan aman menggunakannya. Kemudian, untuk pengemudinya harus memiliki surat menyurat kendaraan, SIM, SKCK, dan sebagainya. Dan apabila nanti terjadi kecelakaan dan penumpang meninggal dunia akan ada asuransi kematian sebesar maksimal Rp 65 juta,” tambah Bowo.
Sedangkan untuk tarif penggunaan Grab, akan disesuaikan dengan hasil survei kondisi lokal masing-masing daerah. “Jadi bukan Grab yang mematok harga. Mengenai adanya keinginan Pemkab Muaraenim supaya Grab mendukung UMKM dan Smart City Muaraenim, tentu akan menjadi perhatian manajemen Grab dan akan siap bekerjasama dengan ojek lokal,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Muaraenim Ardian Arifanardi yang didampingi Kabid LLA Dishub Muaraenim Akmad Junaidi, mewakili Pemkab Muaraenim, menyambut baik kedatangan dan rencana Grab akan membuka cabang Grab di Muaraenim.
Menurut Ardian, kehadiran Grab ini sudah sangat ditunggu oleh masyarakat sebagai moda angkutan di Muaraenim. Meski demikian, Ardian mengatakan, jika belum resmi akan buka di Muaraenim hendaknya promosi tidak usah dilakukan. Sebab hal tersebut menurutnya akan membuat gaduh masyarakat.
Ardian juga meminta jika ingin promosi atau sosialisasi sebaiknya menggunakan media resmi juga atau akun resmi Grab. Hal ini bukan tidak boleh di akun atau medsos, namun untuk menghindari informasi hoax dan sebagainya.
“Terima kasih atas kedatangannya, setidaknya ada itikad baik untuk berkoordinasi dengan Pemkab Muaraenim. Jangan terkesan selonong boy, jika ada masalah di lapangan baru mau melibatkan Pemkab Muaraenim,” pungkasnya.
Dikatakan Ardian, saat ini, Kabupaten Muaraenim masuk dalam 100 Smart City (kota pintar) di Indonesia dan ada kegiatan Colorful Muaraenim Festival 2019, serta kearifan lokal yang bisa dikerjasamakan dengan Grab.
Jangan sampai keberadaan Grab disini mematikan usaha lokal tetapi sebaliknya bisa menghidupkan usaha lokal, bila perlu berikan pelatihan dan pembinaan dengan ojek lokal dengan sistim manajemen yang baik.
Ditambahkan Akhmad Junaidi, dari Dishub Muaraenim, bahwa pihaknya akan mendukung Grab, asal seluruh aturan dan perizinan yang berlaku di Kabupaten Muaraenim dipenuhi. Dan syukur-syukur bisa memberikan manfaat lebih dengan masyarakat dan Pemkab Muaraenim seperti CSR, PAD dan lain-lain. (azw)











