Menurut Apriansyah, saat diamankan, kejadian bermula ketika istrinya mengajak pergi ke rumah sakit untuk melihat Nur adik iparnya yang baru saja melahirkan. Hanya saja di waktu bersamaan anak-anaknya, hendak ikut ke rumah sakit sehingga membatalkan untuk pergi lantaran anak-anak tidak boleh masuk.
“Lalu saya batalkan pergi dan saya bilang nanti saja melihat Nur, tunggu pulang ke rumah saja. Sekalian bisa mengajak anak-anak juga. Kemudian, ibunya menelpon tapi saya tidak tau apa yang mereka bicarakan. Tapi, setelah menerima telpon itu, dia langsung menangis dan marah-marah dengan saya. Saya masih menahan diri, dan mengatakan nanti, kita pasti ke sana,” sebut dia, Minggu (23/10/2016).
Kemudian, lanjut pria yang bekerja sebagai pedagang ini, akhirnya cekcok mulut terjadi antara mereka berdua bahkan korban terpancing amarah sehingga dirinya meninggalkan istrinya untuk menunaikan ibadah sholat Maghrib. Kemudian, saat menjalani sholat itu, ia mendengar seseorang yang membuka pagar rumahnya.
“Waktu lagi sholat, saya mendengar ada yang membuka pagar. Saya hentikan sholat, untuk melihat siapa yang membukanya itu. Nah, saat itu, saya lihat dia menggendong anak hendak pergi dari rumah, jadi langsung saja, saya kejar dia. Karena dia mempertahankan anak saya jadi terjadi dorong-mendorong. Jadi saya tidak mendorong tapi istri saya terjatuh saat kami saling tarik untuk rebutan anak,” terang Apriansyah.
Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede membenarkan pihaknya sudah mengamankan pelaku setelah mendapat laporan dari korban yang tidak lain istrinya karena tidak senang dengan perlakuanya suaminya sendiri.











