Tak Jera, Totok Kembali Dipenjara Karena Shabu

Tersangka dan barang bukti shabu diamankan petugas.

Palembang, Sumselupdate.com – Walaupun telah keluar masuk penjara dalam kasus yang sama, Elvi Julianto alias Totok (48) tetap tak kapok. Ia kembali diringkus pihak yang berwajib saat hendak pesta shabu bersama dua rekannya, yakni Heri Agustian (38) dan Depri Herdiansyah (35).

Sebelum dilakukan penangkapan terhadap tersangka Elvi, petugas Polsek Gandus terlebih dahulu mengamankan tersangka Heri yang mana saat itu terjaring razia di jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus.

Bacaan Lainnya

Saat itu tersangka sedang melintas, ketika diperiksa didapati narkoba jenis shabu seberat 3,7 gram atau senilai Rp3 juta yang disimpan tersangka di dalam topi.

Tersangka Heri yang mengaku baru pulang dari membeli barang haram tersebut tidak dapat berkutik setelah petugas menemukan shabu. “Shabu itu aku beli patungan sama Elvi dan Depri, masing-masing Rp1 juta,” ujarnya.

Menurut warga Griya Asri Permai, Blok D, Kelurahan Sukajadi ,Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin ini ia disuruh Elvi untuk membeli shabu di kawasan Tangga Buntung dan akan dipakai di rumah Elvi.

Sementara itu, Elvi warga Desa Sukomoro, Kelurahan Sukomoro, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin mengatakan ia tertangkap bersama Depri di rumahnya. Saat itu ia juga baru sudah membeli shabu sebanyak tiga paket Rp2,4 juta yang disimpan di dalam kotak rokok.

Menurutnya, ia menyuruh Heri membeli shabu di Tangga Buntung, Heri ditunggu-tunggu tak kunjung datang sehingga ia menyuruh Depri membeli shabu tersebut dengan patungan lagi. “Tahunya pas mau dipakai kami ditangkap polisi,” katanya.

Kapolsek Gandus AKP Aidil Fitriansyah didampingi Kanit Reskrim Ipda Naibaho mengatakan ketiga tersangka ini ditangkap karena kepemilikan narkoba jenis shabu.

“Saat ditangkap Elvi dan Depri hendak berpesta narkoba. Ellvi ini merupakan residivis kasus yang sama, pada 2011 ia ditangkap karena kepemilikan narkoba dan bebas 2012 , lalu 2014 kembali ditangkap dan menjalani hukuman empat tahun dan baru bebas 2018,” tandasnya. (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.