Survey Tinggi, Ilyas Panji Alam Kok Belum Dapat Partai Pendukung?

Senin, 20 Juli 2020
Bupati OI, Ilyas Panji Alam

Laporan Henny Primasari

Inderalaya, Sumselupdate.com — Petahana yang saat ini juga mencalonkan diri kembali sebagai Bupati Ogan Ilir (OI) H Ilyas Panji Alam diduga masih belum mendapatkan dukungan dari partai yang tersisa, baik dari PDIP maupun partai lainnya seperti Golkar maupun PBB.

Read More

Padahal Ilyas Panji Alam merupakan kader partai berlambang banteng yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris DPD PDIP Sumsel.

Fenomena seperti ini membuat pengamat politik menjadi bingung, pasalnya Ilyas Panji memiliki survey tinggi namun diduga belum mendapatkan dukungan dari parpol.

Survey tersebut dilakukan Lingkaran Survei indonesia (LSI) dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja politisi PDI Perjuangan sebesar 71,37 persen masyarakat yang menyatakan sangat puas. Selain itu, 66,13 persen menilai pemerintahan Ogan Ilir di bawah Ilyas Panji Alam sangat berhasil.

Tingkat popularitas Ilyas Panji Alam sebesar 95,91 persen dengan tingkat kesukaan 82,27 persen serta elektabitas tertutup 56,82 persen.

Tokoh lain yang mampu menyainginya hanya Ahmad Wazir Noviadi (Ovi) dengan tingkat popularitas 88,18 persen dengan tingkat kesukaan 65 persen.

Pengamat Politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri), DR Alfitri mengatakan, fenomena seperti ini adalah realitas politik, partai berbasis akar rumput.

Ia pun mengaku bingung survey LSI keluar menyatakan angka yang tinggi untuk petahana, namun sampai saat ini diduga belum mendapatkan dukungan partai

Survey LSI menyatakan bahwa petahana mendapatkan angka yang tinggi dari berbagai aspek baik elektabilitas, popularitas, dan sebagainya.

Menurutnya survey bisa saja dicapai dengan angka tinggi, namun realitas politik penuh dinamika yang harus diperhitungkan

“Kita bukan tidak percaya survey. Jadi tolak ukur dinamika, seharusnya petahana bisa meyakinkan parpol karena sebagai modal. Ini malah kepercayaan tidak muncul? Harusnya tim petahana harus bagaimana? karena lawan bukan sembarang lawan. AW Noviadi ini adalah anaknya Wagub Sumsel H Mawardi Yahya, yang dulu pernah menjabat sebagai Bupati Ogan Ilir 10 tahun tentunya sudah banyak karya. Inilah yang merupakan realitas politik yang tidak bisa disepelekan,” ujarnya.

“Kalau tak layak jual buat apa? termasuk petahana. Sehingga ada penantang yang didukung banyak partai dengan harapan dapat memenangkan pertarungan. Orang hitung-hitung kalau tidak punya realitas politik yang kuat termasuk petahana. Ya inikan baru keluar surveynya, kalau petahana tinggi. Kemarin ‘kan AW Noviadi-Ardani. Orang semakin cerdas, makin materilistis berhitung, saya memberikan ini saya dapat apa, politik ideal bergeser dengan transaksional, walaupun ada idiealisme politik, karena yang terjadi adalah politik transaksional,” jelasnya.

Menurut dia, survey petahana tinggi namun sampai saat ini diduga belum mendapatkan dukungan parpol sebagai syarat mutlak dari pencalonan.

“Orang melihat penantangnya siapa, anak siapa, berasal darimana? Waktu bapaknya menjabat dulu apa yang sudah diberikan. Kita tidak bisa memungkiri, mungkin lebih banyak Mawardi-lah (wagub saat ini –red) yang kemarin 10 tahun menjabat sebagai bupati di Ogan Ilir. Sekarang, ini anaknya bertarung, sehingga muncul stigma politik, karena mereka melihat hasil karya ayahnya dulu. Mengapa masih cinta Mawardi, karena dia punya program bagus, contohnya dia buat jalan guna membuka isolasi daerah tertinggal, buat perkantoran terpadu, dan itu fakta tidak bisa dibantah,” tegasnya.

Sementara itu, Pengamat Politik Unsri lainnya, Dr Andreas Leonardo mengatakan parpol menjatuhkan dukungan karena beberapa indikator, di antaranya karena adanya relasi politik calon yang diusung, survey elektabilitas calon yang diusung, dan sebagainya

“Politik ini mencari menang, kedekatan dengan masyarakat juga kurang, diduga ada kecenderungan apakah petahana galau? Enggannya parpol memilih memberikan dukungan kepada petahana mungkin karena ada beberapa hal, jadi kepala daerah itu tidak main-main, apa yang mau dikerjakan. Kalau untuk mencalonkan diri harus mendapatkan dukungan partai minimal untuk maju, karena itu syarat mutlak. Ditenggat waktu yang makin sedikit harus segera mendapatkan dukungan partai, jangan kalah dengan penantang yang sudah dapat 9 dukungan parpol,” jelasnya.

Sementara itu, Tim Pemenangan Balon Bupati Ogan Ilir AW Noviadi MY-Balon Wabup Ogan Ilir Ardani, yaitu Arwin Novansyah,SH mengatakan, soal survey yang katanya berada di bawah petahana dirinya mengaku tidak mempersoalkan.

“Namanya survey tidak masalah, silahkan mengklaim dengan menampilkan hasil survey versi pihak berkepentingan. Yang jelas kami akan terus berjuang untuk memenangkan pilkada dengan meminta doa dan dukungan rakyat. Alhamdulillah sudah ada dukungan 9 parpol yaitu Perindo, Berkarya, Demokrat, PKS, PPP, PKB, PAN, Gerindra, dan NasDem. Kami sangat berterima kasih, itu sebagai bentuk kepercayaan parpol sekaligus cerminan dukungan masyarakat terhadap pasangan AW Noviadi Mawardi-Ardani, Mohon dukungan sehingga AW Noviadi-Ardani bisa memimpin dan menjadikan Kabupaten Ogan Ilir Bangkit kembali…!” tegasnya.

Terpisah, Ketua DPD PDIP Sumsel Giri Ramanda enggan berkomentar terkait hal tersebut, “Saya sedang sakit tidak bisa melayani wawancara,” kata Giri via WhatsApp.

Sementara Sekretaris DPC PDIP Ogan Ilir yang juga Tim Pemenangan Petahana Ilyas Panji Alam, Ahmad Rizal mengaku bersyukur atas survey LSI yang tinggi, karena survey menjadi acuan untuk bergerak.

“Alhamdulillah survey tinggi, kalau soal dukungan partai itu belum diumumkan ke publik saja! Kita sudah dapat dukungan, karena tahapan mengumumkan harus menggunakan mekanisme yang ada, sebelum ada perintah dari partai untuk mengumumkan. Kita menunggu resminya dari DPP, untuk PDIP dari awal sudah selesai, namun untuk dapat rekom khusus Pdip bukan hanya calon bupati saja namun harus juga calon wabupnya. Partai masih mengkomunikasikan dengan beberapa partai, untuk wakilnya,” jelas Rizal.

Dikatakannya, rekomendasi dari partai bukanlah persoalan karena nanti saat mendaftar di KPU Ogan Ilir akhirnya publik bisa tahu.

“Kalau di kita melihat potensi kader, survey internal Januari 2020 sudah lama dilakukan, kalau LSI ‘kan survey eksternal. Jadi salah besar kalau ada anggapan kalau kita belum dapat dukungan partai, apalagi sampai galau?. Kita masih terus berkomunikasi dengan Hanura, PPP, Golkar, PBB, dan sebagainya,” ujarnya.

Sebagaiamana diketahui,  PDIP telah memberikan dukungan kepada 45 balon kepala daerah yang tersebar di nusantara. Pengumuman itu dibacakan langsung oleh Ketua DPP PDIP bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani dan disaksikan juga oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristianto.

Untuk Sumsel surat dukungan baru diberikan kepada Balon Bupati OKU Timur H Lanosin Hamzah ST dan Balon Wakil Bupati OKU, HM Adi Nugraha Purna Yudha.

Sementara nama Balon Bupati Ogan Ilir belum keluar. Pengumuman 45 nama balon tersebut merupakan gelombang kedua setelah sebelumnya dilakukan pengumuman 19 Februari lalu, di mana PDIP memberikan dukungan kepada 49 balon kepala daerah. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts