Strategi Partai Rebut Kursi Senayan: PDIP Jaring Pemilih Muda, PKN Bidik Suara Golput, PKB Optimis

Sabtu, 15 Juli 2023

Jakarta, Sumselupdate.com- Anggota DPR RI Luluk Nur Hamidah mengatakan, biasanya menjelang pemilu masyarakat ingin mengetahui Parpol mana yang layak dipilih. Dan jelang Pemilu 2024 masyarakat telah disuguhkan atribut Parpol di berbagai tempat dan melalui media sosial.

“Saya kira nggak ada partai ujug-ujug hadir kemudian jadi kontestan Pemilu. Parpol peserta Pemilu lahir melalui proses panjang. Dan masyarakat harus tau sejarah partai, apa visi misi serta programnya, ” ujar Luluk di Media Center DPR RI, Jakarta, Kamis (13/7/2023) dalam sebuah diskusi bertajuk Strategi Partai Merebut Kursi Parlemen.

Menurut Luluk, memilih calon anggota parlemen dan presiden sebaiknya mengetahui siapa yang akan dipilih. Jangan lantaran pragmatis, memilih orang yang kurang pas sehingga bisa menyesal kemudian.

Luluk menilai perjalanan demokrasi di Indonesia makin hari makin matang. Kita lihat ada keterbukaan politik lebih bermakna, kemudian proses demokratisasi semakin menunjukkan pematangan.

Walaupun di sana-sini masih ada catatan. “Kehadiran sejumlah partai politik baru ikut kontestasi akan menambah maraknya pesta demokrasi. Secara konstitusional kelahiran partai politik itu baik.

Kalau kami di PKB memang lahir dan tumbuh seiring dengan semangat reformasi dan kita diuntungkan zaman, dari pertama lahir sudah masuk urutan ketiga berturut turut dua kali. Hingga sekarang PKB bukan sekedar eksis, tetapi menunjukkan kinerja dan performa partai sangat bagus, “kata politisi PKB tersebut.

Dia mengakui membangun mental, moral kepercayaan diri bagi kader, simpatisan, pengurus serta caleg tidak mudah. Apalagi membangun kepercayaan terhadap koalisi tidak mudah.
Anggota DPR Masinton Pasaribu menjelaskan,

Setiap partai punya strategi masing-masing bagaimana meraih suara, berebut pemilih kurang lebih 204 jutaan.
Dari 204 juta lebih kurang DPT itu populasi terbesar pemilih muda 40 tahun ke bawah ada 110 juta.

Artinya pertarungan ke depan ditentukan anak-anak muda.
Tentu partai punya strategi khusus bagaimana mendekati pemilih pemula.
“Ini tantangan zaman, perkembangan dunia dan kehidupan masyarakat berubah sangat cepat. Arus informasi menjadi sangat cepat. Hari ini terjadi peristiwa langsung cepat infonya menebar ke mana mana, ” kata politisi PDIP tersebut.

Dikatakan, PDIP adaptif dengan kondisi demikian dan secara manajemen keorganisasian PDI P membenahi terus-menerus. , “Berpartai bukan hanya ramai menjelang pemilu, tapi berpartai day to day adalah aktivitas politik, ” tegas Masinton.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Nasional (PKN) Gede Pasek Suardika menandaskan PKN berangkat awal seperti kapal selam dulu biar tidak kelihatan. Suatu saat akan muncul dan pertama kali muncul ketika pengambilan nomor urut. , “Entah kenapa Tuhan memberikan PKN nomor 9,” kata Pasek mantan Ketua Komisi III DPR itu.

Pasek menambahkan, ketika PKN menjadi kapal selam dan sudah muncul, tugasnya sebagai nahkoda kapal selam sudah selesai. “Seiring jalan ke permukaan, saya siapkan mas Anas Urbaningrum menjadi nahkoda berikut untuk berkompetisi berlayar bersama kapal lain yang lebih canggih. Paling tidak, nahkodanya canggih juga, walaupun kapalnya belum bagus-bagus amat, ” jelasnya.

Pasek dan Anas akan mengkreasikan PKN menjadi tambahan alternatif untuk partai politik. Daripada golput 30 juta an, sayang. PKN lanjut Pasek bukan hambatan, ancaman, tantangan bagi siapapun, karena dia lahir berbeda proses dan langkah.nya juga berbeda. “Kami bangga sebagai partai termuda bisa ikut Pemilu. Bagi kami ini sudah prestasi,”papar Pasek. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts