Laporan: Novrico Saputra
Pagaralam, Sumselupdate.com – Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) yang diumumkan secara resmi oleh pemerintah, mulai berimbas terhadap angkutan kota (angkot) jurusan Pagaralam-Jarai dan Pagaralam-Pendopo Lintang.
Sedikitnya 60 sopir angkot dua jurusan itu sepakat untuk mogok, Selasa (6/9/2022) sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.
Tak pelak, mogoknya puluhan mobil angkot ini membuat pelajar dan masyarakat setempat terlantar. Bahkan puluhan pelajar tak bisa sekolah hari ini akibat aksi mogok para sopir angkot itu.
Pantauan Sumselupdate.com puluhan sopir angkot ini sepakat mogok dan berkumpul di Terminal Pagar Gading, Kelurahan Kuripan Babas, Kecamatan Pagaralam Utara, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel).
Salah seorang peserta aksi mengungkapkan jika aksi mogok ini dilatar belakangi untuk menyamakan ongkos baik tujuan dari Pagaralam ke Jarai maupun tujuan Pendopo Lintang.
Penyamaan ongkos angkot ini dilatarbelakangi ongkos penumpang yang dipungut dari sopir angkot ada berbeda. Terlebih lagi, situasi terkini BBM yang sedang naik harganya.
Untuk rincian ongkos angkot jurusan Pagaralam-Jarai Rp8.000 per orang dan jurusan Pagaralam-Pendopo Lintang Rp30.000 per penumpang.
Kapolsek Pagaralam Utara Iptu Ramsi melalui Kanit Intel Polsek Pagaralam Utara Aipda Eka Nopriza beserta Kanit Provos Aipda Iman Setiawan dan Kanit Samapta Aipda Sambas didampingi Kasat Intel Iptu Bagus mengatakan, aksi mogok sopir angkot ini berlangsung kondusif.
Menurut dia, pengamanan aksi mogok sopir angkot dilakukan oleh personel Polsek Pagaralam Utara dan Sat Intelkam Polres Pagaralam Utara. (**)











