Palembang, Sumselupdate.com – Terkait adanya dugaan suap agar bisa menjadi anggota polisi di lingkungan Polda Sumsel, Aisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Irjen Pol Arief Sulistianto langsung mengkroscek kepada para panitia seleksi.
Arif mengatakan, seluruh panitia seleksi di Polda Sumsel telah diberikan arahan agar menerapkan prosedur seleksi secara benar. Sehingga para calon anggota polisi yang lulus bisa berkualitas dan tidak merugikan masyarakat.
“Sudah saya tegaskan kepada panitia seleksi. Jangan main-main dalam rekuitmen kali ini. Sanksi tegas mengintai mereka jika melenceng, bahkan menerima suap,” tegas Arif, Rabu (5/4/2017).
Terkait 15 anggota Polda Sumsel yang diduga terlibat, terdiri dari Perwira, Bintara hingga PNS sejauh ini masih menunggu hasil pemeriksaan oleh Bidang Pengamanan dan Profesi (Propam) Mabes Polri.
“Kedatangan saya ke sini bukan untuk investigasi. Hanya memberikan arahan saja kepada panitia seleksi. Mengenai 15 orang itu, masih menunggu hasil pemeriksaan Propam,” ucapnya.
Dari hasil pemeriksan nanti, Arief mengaku baru akan bisa mengambil keputusan sanksi yang dikenakan terhadap 15 anggota tersebut. “Kalau dari pemeriksaan Propam hasilnya dipecat, ya saya pecat. Nanti tunggu intruksi dari Kapolri sanksi seperti apa yang dikenakan,” kata dia.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto menambahkan, proses pemeriksaan anggotanya itu berlangsung di Mabes Polri. “Nanti lihat dari Mabes, apakah sidang di sini (Polda Sumsel) atau di sana. Tinggal tunggu putusan di sana saja seperti apa,” tutur Agung.
Diberitakan sebelumnya, 15 anggota Polda Sumsel diperiksa Propam Mabes Polri terkait dugaan meloloskan calon anggota polisi dengan memakai uang pelicin. Dari hasil pemeriksaan, uang sebanyak Rp6,7 miliar telah disita serta surat tanah dan BPKB motor BMW. (tra)











