Inderalaya, Sumselupdate.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia memfasilitasi petani jagung untuk mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui kerja sama dengan empat bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, dan Bank Tabungan Negara.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi petani sekaligus memutus mata rantai tengkulak yang selama ini kerap merugikan petani melalui sistem ijon atau harga beli yang rendah.
Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri kegiatan penanaman jagung serentak semester pertama tahun 2026 di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.
Kebijakan strategis ini juga didukung oleh Perum Bulog yang berperan sebagai offtaker atau pembeli hasil panen, sehingga petani memiliki kepastian pasar sekaligus jaminan harga yang lebih menguntungkan.
Kapolri menegaskan bahwa peran Polri tidak hanya sebatas mendampingi proses tanam, tetapi juga meluas hingga perlindungan kesejahteraan petani.
Melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan, Polri memberikan rekomendasi kepada petani atau kelompok tani (Poktan) yang layak mendapatkan fasilitas KUR. Sementara itu, Bhabinkamtibmas di setiap desa bertugas melakukan pengawasan sekaligus pembinaan di lapangan.
“Kami ingin memastikan petani jagung tidak lagi terjerat oleh praktik tengkulak. Dengan KUR dari Himbara, petani mendapatkan modal kerja yang sehat, dan dengan kehadiran Bulog sebagai pembeli hasil panen, ada kepastian harga yang menguntungkan bagi mereka,” tegas Kapolri.
Pendampingan petani ke depan akan difokuskan melalui Satuan Binmas dengan melibatkan Bhabinkamtibmas di setiap desa.
“Negara harus hadir di tengah kesulitan petani. Kerja sama dengan Himbara dan Bulog ini adalah bukti nyata bahwa kita bergerak bersama untuk memperkuat kemandirian pangan. Jika petani sejahtera, maka stabilitas ekonomi dan keamanan akan terjaga dengan sendirinya,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Sumsel Sandi Nugroho menyatakan kesiapan jajarannya di tingkat Polres hingga Polsek untuk mengawal distribusi bantuan permodalan tersebut agar tepat sasaran dan mampu meningkatkan produksi jagung di Sumatera Selatan.
Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu’min Wijaya menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan instruksi langsung Kapolri yang harus diimplementasikan secara presisi oleh seluruh jajaran Polda Sumsel.
“Sesuai arahan Bapak Kapolri, kami akan memastikan seluruh kelompok tani binaan di wilayah hukum Polda Sumsel mendapatkan akses informasi dan pendampingan maksimal dalam program KUR ini. Tujuannya satu, yakni mewujudkan petani yang mandiri dan bebas dari cengkeraman tengkulak,” tutup Nandang.
(**)











