Muratara, Sumselupdate.com– Lagi-lagi siswa/siswi SMA Negeri Karang Jaya melakukan aksi demo menolak Kepala Sekolah (Kepsek) Romli Sidali dimutasi.
Para siswa melakukan aksi demo di Jalan Lintas Sumatera Tengah (Jalinsumteng) yang tak jauh dari sekolahnya dan langsung melakukan aksi mogok belajar meminta agar Kepsek Romli dikembalikan, Jumat (30/9/2016) sekitar pukul 9.00 WIB.
Ada beberapa tuntan siswa/siswa yang dituliskan, seperti meminta Romli Sidali dikembalikan, karena ia bisa membaur dengan siswa dan guru dan kegiatan siswa selalu didukung. Bahkan, sejak ia memimpin, mereka melakukan sholat berjamaah dan setiap Jum’at baca surat Yassin secara rutin.
Evandri, siswa kelas XII, mengatakan ada beberapa tuntutan, salah satunya meminta Kepsek Romli dikembalikan. Menurutnya, Romli adalah Kepsek yang mengayomi siswa dan sejak ia menjabat, banyak sekali perubahan yang dirasakan oleh para siswa.
“Pastinya kami meminta agar pak Romli dikembalikan. Jika tidak, kami akan melakukan aksi mogok belajar hingga pak Romli dikembalikan ke sekolah ini, “tegasnya.
Lanjutnya, untuk total yang berdemo dan mogok belajar kurang lebih 500 siswa yang terdiri dari kelas X, XI dan XII. “Kami bukan menolak Kepsek yang baru, akan tetapi kami takut tidak seperti dengan pak Romli. Karena sebelum ia memimpin, sekolah di sini tidak ada apa-apanya. Namun setelah beliau menjabat Kepsek, di sini banyak sekali perubahan yang dirasakan kami,” jelas Evandri.
Ia menjelaskan, belum satu tahun ia menjabat Kepsek di sini sudah berhasil menorehkan prestasi seperti OSN dan O2SN. Yang paling mereka senangi, pak Romli mengeluarkan uang pribadi untuk memberikan bonus kepada siswa yang berprestasi.
Bahkan, masih katanya, yang menolak Kepsek itu pindah juga masyarakat dan perangkat desa. Masyarakat menilai pak Romli sangat bagus dan bijaksana. “Ya masyarakat dan perangkat desa juga menolak dengan perpindahn pak Romli, “tukasnya.
Terpisah Kadisdikbud Firdaus, melalui Kabid Dikmen Syarmidi, mengatakan membenarkan bahwa siswa/siswi SMAN Karang Jaya bersama wali murid melakukan aksi demo meminta Kepsek yang lama Romli dikembalikan. Namun, demo tersebut tidak berlangsung lama karena langsung dibubarkan oleh pihaknya dan melakukan audiensi.
Untuk tuntutan siswa dan wali murid mereka tampung terlebih dahulu, karena akan disampaikan dengan Kadisikbud dan Bupati. Namun, semuanya itu harus melalui proses dan tidak semudah membalikkan telapak tangan.
“Ya tuntutan meminta Romli dikembalikan kita tampung dan akan disampaikan kepada Kadisdik dan Bupati, ” ucapnya ketika dihubungi melalui via telpon.
Pihaknya pun menekankan kepada seluruh guru yang ada untuk menahan siswa jika ingin melakukan aksi demo dan jangan sampai nantinya keinginan siswa tersebut malah didukung oleh guru. “Guru harus cegah siswa jika melakukan aksi demo dan jangan sampai nanti para guru yang membekengi aksi tersebut,” tegasnya. (ain)











