Ratusan Sopir Angbara Melakukan Unjuk Rasa

Jumat, 30 September 2016
Tampak truk batubara di sepanjangan jalan Desa Betung.

PALI, Sumselupdate.com – Kerap menjadi korban aksi preman jalanan membuat ratusan sopir angkutan batubara (Angbara) melakukan unjuk rasa dengan memarkirkan kendaraannya di sepanjang Jalan PT Energate Prima Indonesia (EPI), di Desa Prambatan, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, Kamis (29/9/2016).

Akibat aksi protes dan meminta keadilan kepada aparat penegak hukum tersebut membuat antrian mobil angkutan batubara mengular sekitar 2 kilometer di KM 27 wilayah Desa Betung Selatan, Kecamatan Abab.

Read More

Selama ini mereka selalu dihadapkan dengan para oknum yang melakukan pungutan liar serta selalu dihambat oleh aksi-aksi unjuk rasa dengan mengatasnamakan kepentingan masyarakat.

“Kami ini hanya cari makan, jangan dihambat dan jangan dijadikan objek pemerasan. Uang jalan kami pas-pasan, tapi kami dipaksa memberikan setoran tiap harinya, bahkan kami sering jadi bulan-bulanan kekerasan orang tidak bertanggungjawab, apabila menolak memberikan uang yang diminta,” ungkap Hendra, salah satu sopir angkutan batubara.

Ia juga meminta aparat hukum agar bertindak tegas dan melindungi setiap sopir serta mengusut tuntas apabila ada sopir angkutan batubara yang menjadi korban kekerasan.

“Terkadang tidak sedikit mobil kami yang dirusak, serta sudah banyak sopir luka-luka akibat jadi korban preman jalanan. Kami minta usut tuntas dan lindungi kami, karena kami juga warga Negara Indonesia,” tukasnya.

Hal senada disampaikan Jeki, dia berharap kepada pemerintah Kabupaten Lahat, Muaraenim dan PALI ataupun pemerintah provinsi, apabila angkutan batubara tidak diperbolehkan lagi melalui jalan umum, para sopir meminta diberikan pekerjaan lain, agar periuk nasi mereka tidak berhenti.

“Kalau armada batubara distop, berarti kami berhenti bekerja. Tapi kami tidak akan diam, karena ini menyangkut perut anak istri kami yang juga butuh makan, kami akan berdemo ke pemerintah dengan mengerahkan seluruh sopir. Bila pemerintah melarang angkutan batubara melintas di jalan umum, kami minta carikan pekerjaan, agar kami tetap bisa makan,” tandasnya.

Sementara itu, Bambang Humas PT EPI mengatakan bahwa aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan sopir tidak mengganggu operasional perusahaan batubara tersebut.

“Mereka hanya berorasi sebentar, mungkin hanya melampiaskan unek-unek saja. Kalau pihak perusahaan tidak ikut campur, karena unjuk rasa adalah hak semua warga negara. Tapi operasional kita tetap normal sebagaimana biasanya,” katanya kepada awak media, Jumat (30/9/2016). (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts