Palembang, sumselupdate.com – Ratusan orang yang tergabung dalam gabungan sopir angkutan batubara berujukrasa di depan kantor Gubernur Sumsel mendesak pemerintah Sumsel memgkaji ulang pelarangan angkutan batubara melintas di jalan umum.
Korlap aksi Aris Mawan, dalam orasinya meminta pemerintah memperhatiian nasib rakyatnya yang menggantungkan hidup dari angkutan batubara, ia menyampaikan akibat dilarangnya angkutan batubara, membuat masyarakat semakin susah.
Banyak efek lain juga yang dirasakan masyarakat akibat kebijakan pemerintah tersebut, di antaranya tidak ada biaya untuk melanjutkan kuliah dan sekolah anak. Tidak hanya itu saja, bahkan sejumlah kendaraan kredit juga terancam ditarik oleh finance.
“Sawah kami tidak punya, kebun juga kami tidak punya, satu-satunya mata pencarian yang kami punya dari mengangkut batubara, oleh karenanya mohon pak Gubernur untuk meninjau peraturan tersebut,” katanya.
Sementara itu Sekda Prov Sumsel Nasrun Umar di hadapan pengunjukrasa menyampaikan peraturan gubernur tersebut tidak bisa lagi diganggu gugat, meski sebenarnya pemerintah juga tidak tinggal diam memikiran jalan keluar lain.
“Beberapa tahun lalu pemerintah telah memberikan kesempatan bagi pengusaha untuk membuat jalan sendiri. Namun opsi tersebut tidak dimanfaatkan, sehingga ya seperti yang ada saat ini,” katanya.
Oleh karenanya, terkait hal tersebut pemerintah akan terus berkomunikasi dengan para pengusaha agar permasalahan yang ada dapat dicarikan solusinya. (adi)











