Laporan: Novrico Saputra
Pagaralam, Sumselupdate.com – Pemerintah (Pemkot) Kota Pagaralam melalui Dinas Pendidikan Kota Pagaralam, memutuskan seluruh sekolah belum diperkenankan melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka pada tahun ajaran baru.
Hal ini karena sampai saat ini situasi pandemi virus Corona atau Covid-19 masih belum mereda, sehingga harus menggunakan metode pembelajaran bagi murid masih secara jarak jauh atau secara daring.
Namun dalam perjalanannya, siswa di Kota Pagaralam kesulitan dalam menjalankan metode belajar secara daring lantaran sinyal internet sulit didapat.
Terlebih siswa yang tinggal di kawasan Dusun Tanjung Taring, Kecamatan Dempo Utara. Para siswa ini harus rela naik perbukitan demi mencari sinyal internet untuk belajar secara daring.
Mendapati fenomena ini, Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Pagaralam, Jemiyo Siswanto, SPd, MPd saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2020), membenarkan di Pagaralam masih terdapat beberapa titik kawasan yang tidak terdapat sinyal (blank spot), sehingga menyulitkan para siswa yang berada di kawasan tersebut.
“Iya kita sudah mendengarkan kabar terkait adanya siswa yang kesulitan menjalankan metode belajar secara daring, saat ini kita dalam penjajakan mencari solusinya,” katanya.
Ia menambahkan, salah satunya solusi yang akan diterapkan yaitu belajar secara luring, yakni guru di sekolah di kawasan tersebut mendatangi para siswa untuk melakukan proses belajar mengajar.
Sehingga proses belajar masih bisa dilakukan secara baik. Namun dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.
“Atau guru memberikan secara tertulis tugas yang akan di kerjalan oleh para siswa, sehingga terkhusus siswa yang sulit mendapatkan sinyal atau tidak bisa melakukan belajar secara during masih tercaper dalam proses belajarnya,” pungkasnya. (**)











