Simpan Shabu 490 Gram, Dua Oknum Polisi Dituntut 15 Tahun Penjara

Suasana persidangan.

Palembang, Sumselupdate.com  – Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Hakim Harun Yulianto, SH, MH, JPU Kejati Sumsel, menuntut 15 tahun penjara Prasti Ramayuda dan Rulian Frayogi – keduanya oknum polisi, untuk oknum ASN kejaksaan Jupperlius dituntut 14 tahun penjara.

Serta untuk kedua terdakwa lainnya Niko Wrianto dituntut 13 tahun dan Asmawi dituntut 14 tahun penjara, selain dituntut pidana kelima terdakwa masing didenda Rp1,5 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Bacaan Lainnya

Kelima terdakwa terlibat kasus kepemilikan narkotika jenis shabu seberat  490,16 garam.

Dalam tuntutannya yang dibacakan JPU Misrianti, SH, mengatakan, bahwa perbuatan kelima terdakwa telah melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika, yaitu tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I beratnya melebihi 5 gram.

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) UU Republik Indonesia Nomor : 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menuntut terdakwa 1 Asmawi dengan pidana penjara selama 14 tahun denda Rp 1,5 miliar subsider 6 bulan, terdakwa 2 Jupperlius dengan pidana penjara selama 14 tahun denda Rp 1,5 miliar subsider 6 bulan dan terdakwa tiga Niko Wrianto dituntut 13 tahun denda Rp 1,5 miliar Subsider 6 bulan,” katanya.

Sementara terdakwa Prasti Ramayuda dan Rulian Frayogi dituntut 15 tahun denda Rp1,5 milar subsider 6 bulan.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, Majelis Hakim menunda jalannya sidang  dan akan melanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan pembelaan (pledoi).

Diketahui dalam dakwaan Jaksa, para terdakwa pada hari Sabtu (19/3/2022) sekira pukul 19.00 WIB atau setidak-tidaknya dalam bulan Maret 2022 bertempat di depan Indomaret jalan kebun bunga kelurahan Kebun bunga kecamatan Sukarami Kota Palembang, melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika, yaitu tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I beratnya melebihi 5 (lima) gram berupa 5 (lima) paket narkotika jenis shabu yang dibungkus plastik bening di dalam tas sandang meerk EIGER warna hitam dengan berat netto 490,16 gram. Perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa.

Bermula  pada hari Rabu (16/3/2022) sekira pukul 22.00 wib, terdakwa Prasti yang menghubungi saksi Rulian Prayogi dan menawarkan untuk dijual. “Aku ado barang lima paket seharga Rp.175 juta. Ado dak tempat buangnyo, kalau ado hubungi aku”.

Kemudian dijawab saksi Rulian Prayogi, “Gek kak belum ado lokaknyo, kalu ado yang tanyo, aku hubungi kakak”.

Lalu pada hari Jumat (18/3/2022), saksi Jupper menghubungi Rulian Prayogi dan menanyakan “ado idak lokak barang”, lalu di jawab saksi Rulian Prayogi  “Ado dengan senior, gek ku hubungi dulu”.

Selanjutnya, Rulian Prayogi langsung menghubungi terdakwa Prasti untuk menanyakan lima paket yang ditawarkan kepadanya kemarin dan dijawab terdakwa Prasti, “Ado”. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.