Simpan Senpi Rakitan Jeri Dituntut 3 Tahun Penjara

Suasana sidang virtual kepemilikan senpi ilegal

Palembang, Sumselupdate.com – Terdakwa Jeri Fransisco, yang kedapatan membawa satu pucuk senjata api rakitan jenis revoler dan lima butir amunisi aktif, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) 3 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Palembang.

Dalam tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Indayati, SH, terdakwa dituntut dengan Pidana Penjara selama 3 tahun dan diancam dengan pasal 1 ayat 1 Undang- Undang Darurat no 12 tahun 1951 tentang senjata api.

Read More

“Dengan ini menuntut terdakwa dengan hukuman 3 tahun kurungan,” kata JPU Dwi Indayati, SH.

Mendengar tuntutan tersebut, terdakwa Jeri Fransisco pun langsung meminta keringanan hukuman kepada Majelis Hakim.

“Mohon keringanan hukumannya yang mulia,” harap Jeri dalam sambungan telekonfrensi.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, Majelis Hakim Efrata Happy Tarigan, SH, MH, menunda jalan persidangan dua minggu ke depan dengan agenda putusan.

Dalam Dakwaan JPU, kejadian bermula saat terdakwa ditangkap pada 16 Agustus 2020 lalu di Jalan SMB II, Lorong Durian, Kecamatan Alang-Alang Lebar. Terdakwa ditangkap bermula dari adanya laporan dari masyarakat bahwa rumah terdakwa sering menjadi tempat jual beli dan menjadi tempat penyimpanan senjata api rakitan.

Untuk itu pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi rumah terdakwa.

Setibanya disana pihak kepolisian pun langsung memeriksa rumah kediaman terdakwa dan didapati barang bukti satu buah senjata api rakitan dan lima butir amunisi.

Mengetahui hal tersebut, terdakwa pun mengakui bahwa sebelumnya senjata api tersebut milik kakak kandungnya, yang tinggal di daerah Banyuasin.

Namun setelah kakak terdakwa meninggal, dan tidak ada yang menjaga rumah milik mendiang sang kakak, terdakwa Jeri pun membawa dan meyimpan sejata api rakitan tersebut di rumahnya.

Dari pengakuan tersebut, pihak kepolisian langsung membawa terdakwa ke polsek Sukarami untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.